Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Showing posts with label Inovasi. Show all posts
Showing posts with label Inovasi. Show all posts

Thursday, September 22, 2011

Gerobak "Transformer" Bernama Growboll

Djarum BIA 2011

BIA 2011

KOMPAS.com - Mungkin terdengar berlebihan menganalogikan gerobak buatan Ahmad Lukman Hakim dengan robot transformer. Namun, begitulah kira-kira gambaran dari produk buatannya yang diberi nama Growboll ini.

"Alat ini merupakan suatu konsep sederhana dari sebuah tempat penyimpanan dan alat untuk memudahkan memindahkan benda yaitu gerobak," jelas Ahmad dalam penjelasan yang menyertai proposalnya. Bentuknya bulat seperti telur yang bagian-bagian.

Namun, alat ini bisa dibongkar pasang dengan mudah dan dialihfungsikan sesuai keperluan. Tidak hanya gerobak, Growboll bisa diubah menjadi kios kecil untuk berjualan. Bahkan, bisa dijadikan meja unik untuk tempat makan.

Hal ini karena komponen-komponennya bisa dicopot seperti lego. Bisa ditambahkan roba untuk memudahkan saat akan dipindahkan. Bisa ditambah pegangan tangan, atap, meja, dan kursi kecil. Kalau Transformer berubah dari mobil menjadi robot, gerobak ini bisa berubah-ubah bentuk sesuai kebutuhan penggunanya.

Growboll merupakan salah satu dari 20 finalis Djarum Black Innovation Award 2011. Ia harus bersaing untuk bisa memenangkan kompetisi desain tahunan itu yang akan diumumkan pada 24 September 2011 mendatang.


• KOMPAS
READ MORE - Gerobak "Transformer" Bernama Growboll

Duang, Ventilasi Tanpa Listrik

Djarum BIA 2011

BIA 2011

KOMPAS.com - Sakud, salah satu finalis Djarum Black Innovation Award 2011 membuat produk inovatif bernama Duang. Produk ini adalah ventilasi yang dirancang tanpa menggunakan listrik atau bahan bakar apapun, lebih efisien dibandingkan AC ataupun Exhaust Fan.

"Duang didesain karena saya merasa kepanasan di sebuah rumah kontrakan. Setelah saya perhatikan, ternyata ventilasi ruangan tidak diperhatikan dengan baik. Maka terpikirlah ide pembuatan Duang," kata Sakud di web Blackexperience.com.

Untuk menciptakan Duang, Sakud memulai dengan percobaan sederhana. Ia menggunakan botol air mineral bekas dan kertas sebagai mock up, dibantu dengan asap rokok untuk simulasi pengaliran udara. Dengan cara ini, Sakud bisa yakin alat yang diciptakannya bisa bekerja.

Sakud mengungkapkan, "Duang juga didesain agar manusia terbiasa menghirup udara bersih tanpa olahan alat pendinginan." Dengan inovasi ini, manusia bisa menghirup udara yang lebih sehat sekaligus menghemat energi.

Yoris Sebastian, salah satu dewan juri Black Innovation Award mengatakan, Duang adalah salah satu produk yang cukup inovatif. "Bila Duang benar-benar bisa diaplikasikan, maka ini bukan hanya inovasi, tapi juga invention," katanya.

Saat ini, Duang terpilih sebagai 20 karya yang masuk babak final dan telah dibuat mock up-nya. Penilaian terhadap karya ini telah dilakukan minggu lalu. Pengumuman apakah menjadi pemenang akan dilakukan pada 24 September 2011 mendatang.



• KOMPAS
READ MORE - Duang, Ventilasi Tanpa Listrik

Morphil, Botol Minum dan "Purifier"

Djarum BIA 2011

BIA 2011

KOMPAS.com — Morphil, botol air inovatif karya Bayu Ramadhan yang menjadi salah satu finalis Djarum Black Innovation Award 2011, mungkin adalah satu produk yang paling memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi siapa pun, terutama bagi siapa saja yang punya kegiatan mobile.

Produk ini memiliki 3 kelebihan utama, sebagai botol air yang portabel dan mudah dibawa, sebagai botol yang praktis karena bisa berfungsi sebagai heater, cooler, sekaligus purifier, serta sebagai botol air yang ramah lingkungan dan terjangkau.

Morphil adalah singkatan dari Metamorphosis in Elegant. Produk ini memiliki desain yang apik serta dilengkapi dengan USB Port Power Supply. Morphil terbuat dari bahan berwarna transparan dipadu dengan bahan warna pink, hijau, dan biru.

Tujuan pembuatan Morphil, selain menyediakan botol minum praktis dan portabel, juga mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan. Dengan adanya Morphil, masyarakat tak perlu membeli air minum kemasan plastik sehingga bisa mengurangi jumlah limbah plastik yang makin menggunung.



• KOMPAS
READ MORE - Morphil, Botol Minum dan "Purifier"

Kepingan Ajaib Menjelma Jadi Beragam Bentuk

Djarum BIA 2011


BIA 2011

KOMPAS.com - Dengan modal kepingan-kepingan kecil, beragam bentuk bisa diciptakan. Inilah ide dari inovasi Yadi Sudjana Putra, salah satu dari 20 finalis Djarum Black Innovation Award 2011 yang tahun ini menginjak penyelenggaraan kelimanya.

Yadi menciptakan CHiP-SET, kepingan kecil berukuran 3-3,5 cm yang terbuat dari paduan bahan plastik dan logam ringan. CHiP-SET dilengkapi dengan engsel dan snap button sehingga memudahkan pengguna merangkai menjadi bentuk apapun.

Satu kepingan CHiP-SET memiliki 2 engsel dan 2 snap button pada bagian bawah. Bagian atasnya adalah permukaan rata dengan bentuk, warna dan corak yang beragam. Ada pula kepingan yang memiliki gantungan untuk handle dan kunci.

Salah satu kreasi yang bisa dibuat dengan CHiP-SET adalah tas dengan beragam ukuran. Tas yang diciptakan bisa berukuran besar sebab CHiP-SET terbuat dari bahan yang cukup kuat. Variasi bentuk juga dapat diciptakan tergantung kreatifitas si pembuat.

Mengungkapkan idenya di web Blackexperience.com, Yadi mengatakan bahwa ide dasar pembuatan CHiP SET adalah lego yang bisa berubah bentuk, bertambah dan berkurang. Pengguna bisa adu keren dan berkreasi membuat produk tertentu untuk keperluan khususnya.

CHiP-SET yang diciptakan Yadi menjadi salah satu kandidat pemenang Djarum Black Innovation Award 2011. Pengumuman apakah produk ini menjadi pemenang akan dilakukan 24 September 2011 mendatang.


• KOMPAS
READ MORE - Kepingan Ajaib Menjelma Jadi Beragam Bentuk

Wednesday, September 21, 2011

Kurzikozi, Kursi Goyang Sekaligus Meja

Djarum BIA 2011


BIA 2011-Kurzikorzi Transformable Chair adalah inovasi sebuah kursi yang dapat berubah kedalam 4 buah bentuk yaitu kursi goyang, kursi dengan 1 buah sandaran, kursi dengan 2 buah sandaran, dan meja.

KOMPAS.com - Bagaimana jika ada satu perabot rumah tangga yang memberikan 4 fungsi sekaligus? Pastinya sangat menyenangkan karena selain hemat uang untuk membeli juga hemat tempat. Salah satu peserta Djarum Black Innovation Award 2011 menciptakan perabot tersebut.

Kurzikozi, demikian nama produk itu. Konsepnya, kata Fikri Satria Antoni yang menciptakan, "Kursi yang bisa berubah menjadi 4 bentuk, kursi goyang, kursi dengan satu sandaran, kursi dengan dua sandaran serta meja."

Fikri mengatakan, untuk mengubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, pengguna tinggal memutarnya saja. Ketika saat bersantai dengan bentuk kursi goyang tiba-tiba ada teman datang, kursi bisa diubah dengan mudah menjadi bentuk dua sandaran.

Menurut Fikri, Kuzikozi mempunyai tiga pilihan bahan baku. Pertama adalah bahan polipropelene. Pilihan lain adalah bahan kayu dan bahan besi ringan. Masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Bahan polipropelene, urai Fikri, memiliki karakteristik bahan yang ringan namun agak mahal. Sebaliknya bahan kayu memiliki harga yang relatif murah namun agak berat. Demikian juga bahan besi ringan. "Kalau mau murah ya bahan kayu," kata Fikri.

Tersedianya pilihan bahan baku membuat Kurzikozi memiliki potensi untuk diproduksi lebih besar, tergantung pada permintaan. Ditambah dengan kesesuaian produk dengan kebutuhan masyarakat yang memiliki rumah sempit dan ruangan minim, potensinya akan makin tinggi.

Kurzikozi kini telah terpilih sebagai salah satu dari 20 finalis Djarum Black Innovation Award 2011. Fikri saat ini tengah menanti apakah produknya bisa menjadi pemenang dalam ajang ini. Pengumumannya sendiri akan digelar 24 September 2011 mendatang.



• KOMPAS
READ MORE - Kurzikozi, Kursi Goyang Sekaligus Meja

Linjang, Jok Sepeda Sekaligus Keranjang

Djarum BIA 2011


BIA 2011

KOMPAS.com - Jika pernah pergi ke pedesaan, tentunya pernah melihat petani mengayuh sepeda onthel dengan keranjang di bagian belakangnya. Keranjang dipakai untuk menampung hasil pertanian, bekal ketika menuju ke sawah, hewan ternak kecil seperti ayam hingga anak sendiri.

Mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Islam Indonesia, Okyy Fajar Prasetyajati, melihat ada masalah yang sering muncul pada keranjang adalah ketidakefektifan. Saat keranjang tak terpakai, petani tak bisa melipatnya untuk memudahkan membawanya.

"Jadinya, keranjang sering menghalangi pandangan orang yang ada di belakangnya. Pernah juga saya lihat ada petani yang mengemudi sepeda tertabrak. Keranjang ini membuat petani lebih rentan kecelakaan," ungkap Okky.

Atas dasar masalah itu, Okky menciptakan Linjang, singkatan dari Lingguhan to Keranjang. Konsepnya, Linjang bisa berfungsi sebagai jok sepeda ketika terlipat tetapi juga bisa menjadi keranjang ketika petani membutuhkannya dan lipatannya dibuka.

Okky mengaku, upayanya menciptakan Linjang berawal dari seringnya melihat petani yang mengayuh sepeda dengan membawa keranjang di sekitar kampusnya. Ia saat itu punya ide untuk menciptakan alat serupa keranjang yang bisa dilipat.

Saat ingin menciptakan, ia memikirkan beberapa alternatif bahan. "Pertama saya berpikir untuk memakai plastik. Tapi akhirnya berubah karena bahan plastik itu mudah retak dan pecah kalau diduduki," kata Okky ketika dihubungi Kompas.com.

Akhirnya bahan yang dipilih adalah kain. Pertimbangannya, kain relatif lebih mudah untuk dilipat, nyaman bila diduduki dan tidak mudah patah. Dengan bahan kain, besar muatan yang bisa ditampung juga tak berbeda dengan keranjang yang biasa dibawa petani.

Okky dan Linjang-nya kini menjadi salah satu dari 20 finalis Djarum Black Innovation Award. Pada Rabu (14/9/2011), prototipe dari produk Linjang telah dipertontonkan dan dinilai. Pengumuman penilaian akan digelar 24 September 2011 nanti.

Bercerita tentang keikutsertaannya dalam Djarum Black Innovation Award 2011 sendiri, Okky mengatakan bahwa ia tak berencana dari awal. "Ini hanya karena dosen yang waktu itu bilang, 'Kenapa enggak ikut tugas berhadiah?' Jadi akhirnya saya ikut," cetusnya.

Pastinya Okky berharap produknya menang. Tapi ia juga berharap bisa memperbaiki beberapa kekurangan pada produknya, terutama dalam segi material bahan baku. Ia berupaya agar material bisa lebih punya kekakuan seperti keranjang petani tetapi tetap mudah dilipat.

"Saat ini sedang nyari-nyari bahan yang fleksibel tapi kalau buat bawa benda hidup nggak berbahaya. Kalau pakai kain terbatasnya enggak bisa membawa benda hidup," jelas Okky. Ia juga berusaha mencari bahan yang bisa membuat kantung dalam Linjang bisa lebih kokoh ketika dipakai.



• KOMPAS
READ MORE - Linjang, Jok Sepeda Sekaligus Keranjang

Tas Ransel Yang Bisa Berubah Menjadi Tandu

Djarum BIA 2011


BIA 2011

KOMPAS.com - Kalau ada inovasi yang lahir dari bencana, mungkin salah satunya adalah Gadar (Gatot Darurat) Tas Emergency. Bisa dikatakan tas darurat sebab selain berfungsi sebagai tas ransel biasa, Gadar bisa diubah fungsi sebagai tandu.

"Pembuatan tas ini berawal dari tragedi Gunung Merapi tahun 2010, saya termasuk relawan bersama kawan-kawan perawat Universitas Muhammadyah Yogyakarta. Saya melihat tandu yang ada berat dan jumlahnya terbatas," kata Gatot Suparmanto, pembuat Gadar.

Gatot mengatakan, Gadar yang dibuatnya bisa menjadi tambahan tandu jika dibutuhkan. Sebagai tandu, Gadar memiliki kelebihan karena anti trauma atau cedera leher. Gadar bisa menampung beban hingga 100 kg serta dilengkapi alat pengaman sehingga korban yang diangkat tak jatuh.

Gadar juga bisa menjadi tandu mobile, bisa dibawa ke mana pun. Dalam kondisi non bencana, Gadar bisa dibawa dalam wujud tas ransel untuk ke kantor. Seketika sesuatu hal terjadi, misal kecelakaan kerja, Gadar bisa segera diubah wujudnya menjadi tandu.

Gadar karya Gatot kini tengah berlomba menjadi pemenang dalam Djarum Black Innovation Award 2011. Pengumuman apakah produk ini bisa menjadi pemenang akan berlangsung pada 24 September mendatang. Detail tentang produk ini bisa dilihat di Blackexperience.com.


• KOMPAS
READ MORE - Tas Ransel Yang Bisa Berubah Menjadi Tandu

Monday, September 19, 2011

Mencegah Mati dengan Inovasi

Cangkir Om Wicak

ilustrasi (flickr/cc/rob boudon)

Jakarta - Raksasa-raksasa teknologi informasi banyak yang sedang menghadapi dilema. Antara berani bergerak cepat agar tak ketinggalan atau berhati-hati karena takut salah langkah.

Inovasi adalah kunci, terutama bagi perusahaan yang memang bergerak di bidang yang berubah sangat cepat seperti dunia digital dan teknologi informasi.

Dilema soal inovasi terutama akan dirasakan perusahaan saat bisnisnya sedang terancam (atau dirasa sedang terancam). Dua kutub yang bisa dipilih perusahaan saat menghadapi situasi ini adalah: berinovasi atau bermain aman.

Berani Bergerak Cepat

Salah satu contoh menarik adalah Netflix, perusahaan sewa DVD yang menggunakan sistem antar (via pos) dan antrean online. Saat lahir Netflix merupakan contoh perusahaan yang 'merusak' pasar yang sudah ada dan melahirkan pasar baru.

Sukses di bisnis sewa DVD, Netflix juga menyediakan layanan video streaming. Pada September 2011, layanan sewa DVD Netflix dilepas ke layanan terpisah bernama Qwikster, sedangkan Netflix akan fokus pada streaming.

Reed Hastings, Co-Founder dan CEO Netflix, mencoba menjelaskan alasan di balik pemisahan itu. "Selama lima tahun terakhir, ketakutan besar saya di Netflix adalah bahwa kami tak berhasil beralih dari sukses di DVD ke sukses di streaming," tulisnya dalam blog resmi Netflix.

"Banyak perusahaan yang hebat dalam satu hal tertentu -- seperti AOL lewat dial-up atau toko buku Borders -- tak berhasil menjadi hebat dalam hal baru yang diinginkan orang karena mereka takut melukai bisnis aslinya," lanjut Hastings.

Seperti diketahui, bisnis AOL sebagai Internet Service Provider sudah 'semaput' dan kini perusahaan itu beralih ke konten. Sedangkan toko buku Borders telah bangkrut.

Langkah Netflix untuk fokus ke streaming ini bukan tanpa masalah. Pelanggan Netflix sempat ngamuk ketika skema baru sewa DVD dan streaming (yang tadinya digabung, kemudian jadi terpisah) diumumkan.

Hastings pun mengakui bahwa dalam hal pemisahan itu, pihaknya melakukan kesalahan karena tidak mengkomunikasikan alasan di baliknya pada para pelanggan setia.

Meski demikian, nampaknya Hastings tetap yakin perusahaannya ada di jalur yang benar. Ia meminta maaf pada pelanggan Netflix, namun tidak mengubah rencananya.

Jangan Setengah Hati

Apa yang coba dilakukan Hastings sedikit banyak bisa dilihat pada contoh sukses lain. Siapa lagi kalau bukan Apple, yang sukses berganti fokus dari Macintosh ke iOS (iPhone, iPad dan iPod) dengan cepat.

Tanpa meninggalkan jajaran produk lamanya, Apple mampu melahirkan jagoan baru yang tidak setengah-setengah. Kuncinya, tentu saja, adalah bahwa produk itu dihadirkan dengan sepenuh hati.

Tak sedikit perusahaan yang nampaknya berusaha melahirkan produk atau inovasi baru, namun justru gagal total karena produk baru itu nampak lahir ogah-ogahan.

Bisa jadi, masalah ini yang kemudian mendorong Hewlett-Packard untuk menghentikan jajaran produk berbasis webOS mereka yang termasuk tablet TouchPad.

Soal inovasi dan fokus ini juga yang agaknya mendesak HP untuk menimang-nimang nasib unit Personal System Group mereka -- yang mencakup PC desktop dan notebook. Akankah unit itu dijual, seperti yang dilakukan IBM ke Lenovo?

Research In Motion pun telah (dan masih) bertaruh soal inovasi. Salah satunya lewat BlackBerry PlayBook, hal lainnya adalah perangkat BlackBerry dengan sistem operasi baru berbasis QNX.

Perusahaan lain yang juga di persimpangan adalah Microsoft, Nokia dan bahkan Intel. Microsoft harus mampu menghadirkan sistem operasi yang ciamik untuk perangkat tablet, Nokia harus bisa menahan pasar yang tergerus, sedangkan Intel belum terbukti di arena mobile.

Semoga saja, apapun yang terjadi nanti, yang diuntungkan adalah konsumen yang jadi punya banyak pilihan produk dan/atau layanan untuk digunakan.

"Jarang perusahaan mati karena bergerak terlalu cepat, dan lebih sering perusahaan mati karena bergerak terlalu lambat," tutur Hastings.


Catatan: Entry blog Reed Hastings selengkapnya bisa dilihat dengan mengklik tautan berikut http://de.tk/VgFZg
( wsh / wsh )


• detikInet
READ MORE - Mencegah Mati dengan Inovasi

Permainan Gundu Juga Bisa Punya Arena

Black Innovation Award 2011


BIA 2011-Gundu Stadium, arena permaianan gundu.

KOMPAS.com - Selama ini, permainan gundu atau kelereng selalu dimainkan di halaman, taman atau jalan di gang-gang sempit. Bagaimana jika ada arena mini permainan gundu, pastinya gundu bisa lebih seru dan dimainkan dengan lebih mudah.

Adityo, mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang juga finalis Black Innovation Award 2011 membuat arena mini tersebut, dinamai Gundu Stadium. Arena permainan gundu berukuran 2x2 meter itu terbuat dari bahan karet, bambu laminasi dan rumput sintetis.

"Permainan tradisional sudah mulai berkurang. Anak-anak yang bermain sudah makin kekurangan lahan. Kadang mereka bermain dianggap mengganggu jalan. Kenapa nggak kita buat tempat permainannya," kata Adityo mengungkapkan tujuan pembuatan Stadium Gundu.

Stadium Gundu terdiri dari 25 kotak kecil yang berukuran 40x40 cm. Kotak harus disusun untuk memulai permainan. Untuk memudahkan pemain, bagian permukaan kotak dilengkapi bahan rumput sintetis dan bagian bawahnya diberi alas berbahan karet.

Kotak kecil yang ditempatkan di tengah arena mini ini dilengkapi dengan lubang. "Lubang ini bisa ditutup. Lubang ini dibuat karena kalai di Jogja itu ada permainan namanya guwakan. Jadi Gundu stadium mendukung banyak jenis permainan," jelas Adityo.

Stadium Gundu juga dilengkapi dengan bagian penyimpanan. Jika sudah tak dipakai, stadion mini bisa dibongkar dan kotak komponennya bisa disimpan di dalamnya. Box penyimpanan juga multifungsi sebab sekaligus bisa dipakai sebagai kursi atau meja.

Adityo bermimpi, suatu saat permainan gundu bisa menjadi permainan yang dikenal secara internasional dengan adanya arena mini ini. Lebih dari itu, ia juga berharap agar gundu bukan hanya dianggap sebagai permainan, tapi juga olah raga.

Adityo menambahkan, "kemungkinan Stadium Gundu diproduksi dan dipasarkan sangat besar. Nanti bisa dibuat dengan bahan yang ramah lingkungan. Alas karet bisa dibuat dari limbah ban." Bahan ramah lingkungan akan menjadi nilai lebih bagi arena permainan tradisional ini.


• KOMPAS
READ MORE - Permainan Gundu Juga Bisa Punya Arena

TUjiKU, Tudung Saji Praktis Tanpa Memakan Ruang

Black Innovation Award 2011


BIA 2011-Desain Tujiku, tudung saji yang bisa dimodifikasi menjadi bermacam bentuk dan bisa dilipat.

KOMPAS.com - Kebutuhan rumah tangga akan tudung saji tak terelakkan. Namun, produk tudung saji yang ada di pasaran selama ini seringkali tidak memenuhi kebutuhan karena desainnya yang fix sehingga menyita tempat dan tak bisa digunakan jika ukurannya terlalu besar atau kecil.

Lennny, lulusan Desain Grafis Interstudi menciptakan TUjiKU, tudung saji yang fleksibel, bisa disimpan dengan mudah dan serta bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. TUjiKU menjadi salah satu dari 20 finalis Djarum Black Innovation Awards 2011.

"Dengan tudung saji selama ini yang sudah pakem, bagaimana caranya dibuat fleksibel. Karena kalau bisa pasti akan menghemat tempat dan sangat diperlukan, apalagi oleh mereka yang punya rumah kecil," urai Lenny menerangkan tujuan pembuatan TUjiKU.

TUjiKU pada dasarnya terdiri dari 6 buah segitiga sama kaki yang punya 3 engsel di 2 sisinya. Engsel memudahkan pemakai menggabungkan segitiga sama kaki sehingga membentuk tudung saji. Jika sedang tidak dipakai, pemakai tinggal melipat dan dengan mudah menyimpannya.

Pemakai juga bisa merangkai segitiga sama kaki komponen TUjiKU menjadi tudung saji dengan beragam bentuk dan ukuran, tergantung kebutuhan. Dengan ini, maka pemakai tidak perlu membeli beragam ukuran dan bentuk tudung saji seperti yang biasa dilakukan selama ini.

"TUjiKU menurut saya bisa diproduksi secara massal karena sebenarnya tak memakan banyak biaya untuk memproduksinya," kata Lenny. Ia, mengatakan material yang paling tepat sebagai bahan baku TUjiKU mungkin adalah polypropylene.

TUjiKU merupakan inovasi sederhana yang bisa memecahkan masalah yang kerap dihasdapi rumah tangga di Indonesia. Lenny berharap ada investor yang merminat memproduksi karyanya secara massal.


• KOMPAS
READ MORE - TUjiKU, Tudung Saji Praktis Tanpa Memakan Ruang

Cipaot, Panci Gaya Baru untuk Para Ibu

Black Innovation Award 2011

BIA 2011-Cipaot, panci yang memudahkan pemasaknya mengaduk secara otomatis.


KOMPAS.com
- Sastika Puspa, salah satu dari 20 finalis Djarum Black Innovation Award (BIA) 2011 menciptakan produk untuk meringankan tugas ibu dalam memasak. Ia menciptakan Cipaot, panci gaya baru yang merupakan kependekan dari CI Panci Aduk OTomatis.

"Ini berangkat dari pengalaman saya membantu ibu saat memasak. Saya harus mengaduk lama, ini capek dan enggak efektif. Lalu saya berpikir, kenapa nggak ada produk panci dengan pengaduk otomatis sehingga lebih praktis," terang Sastika.

CIPAOT memiliki tutup panci transparan. Pada tutup panci itu, terdapat bagian yang berfungsi untuk memutar pengaduk. Bagian itu akan bekerja dengan sumber daya listrik dan bisa dikontrol oleh tombol on-off yang juga ada di tutup panci.

"Kecepatan dan ketinggian pengaduk juga bisa diatur, kaena setiap masakan kan punya karakteristik sendiri," kata Sastika. Ia mencontohkan, untuk masakan bersantan misalnya, pengadukan harus dilakukan dengan stabil, pelan dan di atas permukaan.

Sastika yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta mengatakan, CIPAOT akan membantu para ibu untuk bekerja multitasking. Dengan pengaduk otomatis, para ibu bisa memasak sambil mengerjakan tugas rumah tangga lain yang masih menumpuk.

"Saya harap produk ini bisa membantu orang banyak nantinya, terutama ibu rumah tangga," ungkap Sastika. Ia punya keyakinan, produk inovasinya bisa diproduksi secara massal sehingga manfaatnya bisa dirasakan banyak pihak.


• KOMPAS
READ MORE - Cipaot, Panci Gaya Baru untuk Para Ibu

Wednesday, August 10, 2011

Hapuskan Keraguan Inovasi Anak Bangsa

TANGERANG, KOMPAS.com - Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang jatuh tepat tanggal 10 Agustus berlangsung hari ini di Puspiptek Serpong. Bersama dengan peringatannya, digelar Ritech Expo yang memamerkan karya inovasi dari lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri.

"Pameran ini diisi dengan hasil karya untuk lebih membudayakan inovasi pada masyarakat. Diharapkan, pameran ini bisa menghapus keraguan terhadap kemampuan inovasi anak bangsa," kata Mulyanto dalam pembukaan Ritech Expo hari ini, Sekertaris Menteri Riset dan Teknologi, Rabu (10/8/2011).

Lebih lanjut, ia mengatakan, tujuan pameran ini selaras dengan rencana pembangunan Indonesia ke depan seperti yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Master Plan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3I). Salah satu pilarnya adalah pembangunan sumber daya manusia dan iptek.

"Pameran ini diikuti oleh 59 instansi yang terdiri dari lembaga penelitian, BUMN, Perguruan Tinggi dan Badan Usaha. Totalnya sebanyak 132 boot, terbagi dalam 4 hall. Di antara beberapa karya, ada yang masih dalam bentuk prototipe, sudah diadopsi oleh publik, dan ada yang telah di komersialisasi," tambah Mulyanto.

Selain pameran, peringatan Harteknas dan Ritech Expo juga diisi dengan penandatanganan 15 MoU antara lembaga pemerintah nasional dengan daerah dan luar negeri, yakni dengan GRIPs Jepang dan KISTEP Korea. Diadakan juga seminar yang membahas tentang biorisk management, industri pertahanan, serta bisnis dan ilmu pengetahuan.



• KOMPAS
READ MORE - Hapuskan Keraguan Inovasi Anak Bangsa

Friday, August 5, 2011

5 Mahasiswa UMY Kembangkan Listrik Surya


solarcell home system kreasi mahasiswa UMY

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Prihatin dengan kerapnya pemadaman listrik dari PLN yang berdampak buruk terhadap produktivitas pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), 5 mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan Solarcell Home System (SHS) sebagai sumber energi sekunder.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Ilham Lutfil Anam, Adi wahyudianto, Afief Amrullah, M. Sholeh Masnawan, dan Fikri Ali. Nawawi. Menurut, Ilham Lutfil Anam, pelaku UMKM kerap mengeluhkan penurunan produktivitas akibat pemadaman bergilir. Selain itu, beban puncak di malam hari membuat para pelaku UMKM tidak dapat bekerja saat malam hari.

"Oleh karena itu diperlukan energi alternatif bagi para UMKM. Sehingga mereka dapat tetap bekerja ketika listrik sedang mengalami gangguan atau dalam proses perbaikan." kata Ilham, Jumat (5/8/2011).

"Kami membuat Solarcell Home System atau Sistem Listrik Surya Skala Kecil. Alat ini kami kolaborasikan dengan kinerja listrik dari PLN. Dengan kolaborasi ini, jika terjadi pemadaman listrik, pelaku UMKM tetap dapat bekerja," paparnya.

Cara kerja alat itu, dimulai dengan pemasangan panel surya. Sinar matahari akan ditangkap oleh panel surya. Kemudian energi sinar tersebut melalui Solar Charge regulator (SCR) tersimpan di batere. Saat listrik PLN mati, secara otomatis Automatic Transfer Switch (ATS) akan menyala.

"Sehingga listrik yang berasal dari batere kemudian melalui SCR akan mengalir ke inverter yang berfungsi mengubah tegangan DC menjadi AC, kemudian dialirkan untuk menggantikan energi listrik PLN," katanya.

"Perpindahan tersebut tidak membutuhkan waktu lama. Seperti halnya ketika menggunakan generator set (genset) yang masih memerlukan waktu untuk menyalakan listrik," kata Ilham lagi.

Berbagai keuntungan diperoleh dengan penggunaan sistem ini. Antara lain, potensi radiasi matahari di Indonesia yang tinggi dan merata memudahkan pemanfaatan metode ini. Selain itu, SHS juga tidak membutuhkan bahan bakar, serta ramah lingkungan karena bebas polusi udara dan suara.

Perawatan alat ini pun tergolong mudah dan sederhana. Sebab, dalam proses kerjanya tidak ada komponen yang bergerak. Karya ini telah diujicobakan di salah satu UMKM konveksi di Jawa Tengah.


• KOMPAS
READ MORE - 5 Mahasiswa UMY Kembangkan Listrik Surya

Friday, June 24, 2011

Robot Berkamera untuk Area Berbahaya

robot karya mahasiswa UMY

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Muhamad Yusvin Mustar, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil membuat robot berbentuk tank yang menggunakan kamera Closed Circuit Television (CCTV) wireless dan menggunakan microcontroller.

Yusvin Mustar menuturkan, melalui robot yang dibuatnya, pemantauan secara langsung di tempat yang diduga berbahaya dapat dilakukan dengan aman. "Misalnya bangunan tersebut nyaris roboh, maka robot itu dapat dikendalikan secara jarak jauh sehingga orang tetap bisa memantau keadaan apakah bangunan di dalamnya cukup aman untuk dimasuki atau tidak," kata Yusvin di Kampus Terpadu UMY, Kamis (23/6/2011) kemarin.

"Selain itu, robot juga berfungsi untuk mengetahui apakah di dalam ruangan tersebut terdapat benda berbahaya, misalnya bom. Sehingga ketika memang berbahaya, maka risiko kecelakaan dapat dikurangi," sambungnya. "Orang cukup mengetahui apa yang ada dalam ruangan melalui pantauan robot berkamera yang gambarnya dapat dilihat di layar komputer," tambahnya.

Dalam penuturannya, robot tersebut dapat bergerak ke depan, mundur ke kanan maupun ke kiri. "Kamera yang digunakan pun juga bisa bergerak ke kanan, kiri, atas, bawah. Orang bisa menggerakkan menggunakan remote," tambahnya.

Robot ini dapat bekerja optimal pada kondisi jarak 1-11 meter. "Sedangkan ketika hanya untuk menjalankan robot tanpa menggunakan sistem penggerak kamera dan sensor tabrak, robot dapat bekerja maksimal pada kondisi jarak 1-27 meter," tuturnya.

Yusvin menambahkan, robot ini dapat beroperasi di dua tempat baik di dalam maupun luar ruangan. "Selain itu robot dilengkapi dengan sensor tabrak berupa switch yang berada pada bagian depan, belakang, sisi kiri dan kanan robot. Nantinya ketika sensor robot menabrak rintangan di depan atau samping, maka sensor dalam remote control akan menyala sehingga kita dapat mengetahui kondisi robot pada saat mendapat rintangan," katanya.


• KOMPAS
READ MORE - Robot Berkamera untuk Area Berbahaya

Wednesday, June 22, 2011

Google Maps Tawarkan Informasi Lalu Lintas Jakarta

Trafik Jakarta di Google Maps

Jakarta - Ingin mengetahui seberapa macet jalanan di Jakarta? Kini bisa diketahui melalui layanan Google Maps. Ya, raksasa internet asal Amerika Serikat itu sudah memperluas ekspansinya ke wilayah lalu lintas Jakarta.

Untuk mencobanya, pengguna bisa menyambangi http://maps.google.co.id. Lalu aktifkan layer 'Lalu lintas' yang ikonnya dapat ditemukan pada bagian kanan atas layar Google Maps.

Warna yang menutupi jalan disesuaikan dengan kecepatan lalu-lintas relatif terhadap batas kecepatan jalan. Hijau artinya lalu-lintas bergerak cepat dan merah atau hitam berarti lalu-lintas bergerak lambat atau tidak bergerak sama sekali.

Informasi yang sama tersedia di Google Maps for Mobile, sehingga para pengendara dapat membuat perubahan rute seketika jika diperlukan untuk menghindari lalu-lintas yang macet. Fitur lalu-lintas juga memungkinkan pengguna melihat perkiraan kondisi lalu lintas pada waktu yang berbeda pada hari tertentu, dan pada hari-hari lain pada minggu yang sama berdasarkan data historis.

Informasi lalu-lintas dalam Google Maps berasal dari penyedia data PT Neo Fusion Indonesia dan dilengkapi oleh data 'khalayak' (crowdsourced) dari para pengendara yang dapat memberi informasi mengenai kondisi lalu-lintas terupdate dengan menyetel ponsel mereka agar dapat memberikan data secara anonim.

Jika pengendara menyetel ponsel mereka sehingga Google Maps for Mobile bekerja, GPS diaktifkan, dan fitur My Location dihidupkan, ini akan mengirim balik butir-butir informasi ke Google mengenai seberapa cepat perangkat itu bergerak. Ketika digabungkan dengan data anonim dari perangkat-perangkat lain dengan kemampuan serupa, ini membantu Google Maps menciptakan gambar yang lebih baik mengenai kondisi lalu-lintas.

"Kementerian Perhubungan merasa senang bahwa Google telah menambahkan informasi lalu-lintas secara langsung (real time) ke dalam Google Maps," kata Dr Elly Sinaga, Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan (BSTP), Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, dalam keterangannya, Rabu (22/6/20110.

"Ini tentunya sangat berguna bagi warga Jakarta yang kini akan memiliki sebuah alat yang akan membantu mereka merencanakan perjalanan di dalam kota mereka secara lebih efisien. Mereka dapat menggunakan informasi lalu-lintas ini dari komputer atau ponsel mereka untuk menghindari keterlambatan yang tidak diharapkan dan sampai ke tujuan dengan lebih cepat," lanjutnya.

Sementara menurut Andrew McGlinchey, Head of Product Google Southeast Asia, pihaknya telah bekerja untuk menghadirkan informasi transportasi darat yang akurat dan komprehensif dalam sebuah platform pemetaan global yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat Indonesia dari perangkat apa saja.

"Layer lalu-lintas untuk Jakarta dalam Google Maps merupakan langkah penting dalam membantu masyarakat Indonesia mengatur waktu perjalanan mereka dengan lebih baik dan memudahkan mereka dalam merencanakan perjalanan mereka di sekitar kota serta pada saat yang sama mengurangi beban kawasan-kawasan macet secara keseluruhan," pungkasnya.( ash / fw )


• detikInet
READ MORE - Google Maps Tawarkan Informasi Lalu Lintas Jakarta

Saturday, June 18, 2011

Hebat, Dokter Indonesia Buat Bor Gigi Dilengkapi Musik

drg Dhanni Gustana -- MI/Sumaryanto/wt

LONDON--MICOM:
Seorang dokter gigi dari RS Dr Sarjito Yogyakarta, drg Dhanni Gustana, memperlihatkan bor gigi yang dilengkapi musik sehingga bisa memperdengarkan musik guna mengurangi atau menghilangkan rasa takut pasien terutama anak-anak saat
operasi.

Dokter gigi Dhanni Gustana menyampaikan penemuannya itu dalam presentasi The Singing Dental Drill And The Finger Dental Drill, An innovative approach in dealing with dental anxiety pada International Association of Paediatric Dentistry 23rd Congress (IAPD2011) di Yunani baru-baru ini.

Kongres yang digelar di gedung Megaron Athens International Conference Centre, Yunani, dari 15 Juni itu diprakarsai The International Association of Paediatric Dentistry (IAPD), organisasi dunia yang mendedikasikan diri terhadap promosi kesehatan gigi untuk anak, dewasa, dan pasien dengan kebutuhan khusus.

Sekretaris Satu KBRI Athena, Yunani, Jani Mediawati Sasanti, Minggu (19/6), menyebutkan kongres yang dilaksanakan secara rutin setiap dua tahun ini bertema Interdisciplinary Approach to Paediatric Dentistry. Jani Mediawati Sasanti menjelaskan hasil kongres diharapkan dapat menunjukkan betapa pentingnya kerja sama berbagai ahli dari disiplin ilmu kesehatan lainnya untuk menunjang kesehatan anak.

Kongres diikuti oleh 1600 peserta, mewakili 79 negara, antara lain Yunani, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Italia, Belanda, Belgia, dan Indonesia. Sebanyak 15 dokter gigi anak dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali ikut hadir dalam kongres yang diadakan menjelang penyelenggaraan Special Olympics World Summer Games 2011 untuk atlet tuna grahita dari seluruh dunia. (Ant/OL-5)


• MediaIndonesia
READ MORE - Hebat, Dokter Indonesia Buat Bor Gigi Dilengkapi Musik

Blog Archive