Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Showing posts with label Situs. Show all posts
Showing posts with label Situs. Show all posts

Saturday, September 24, 2011

Pedemu Negeri, Pede Berkarya untuk Negeri

KOMPAS.COM.RODERICK ADRIAN MOZES

KOMPAS.com - Menumbuhkan semangat cinta Tanah Air tidak harus dengan cara mengikuti upacara bendera semata. Saat ini sudah banyak komunitas-komunitas dunia maya yang berhasil menumbuhkan cinta Tanah Air dengan cara mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Dengan kebanggaan sebagai anak Bangsa Indonesia, maka anggota komunitas akan percaya diri untuk berkarya dan memberikan sesuatu bagi perkembangan bangsa ini.

Salah satu komunitas yang berhasil melakukan itu adalah komunitas Pedemu Negeri. Website komunitas ini dibuat dengan dasar social network seperti Facebook. Semua anggota web bisa berbagi file berupa foto, musik, puisi, bahkan film pendek. Uniknya, file yang dipublikasikan harus merupakan karya sendiri.

"Web kami memberi kesempatan seluas-luasnya kepada anggota untuk memamerkan karyanya. Nanti setiap karya yang dipublikasikan di web akan dikomentari oleh anggota yang lain sehingga apresiasinya interaktif. Kami juga menampilkan karya mereka di Fan Page kami di Facebook, juga linknya kami bagi lewat Twitter, agar yang tidak sempat mengakses web bisa tahu perkembangan karya teman-temannya setiap hari," ujar Shinta Dwi Destarina, koordinator Social Media untuk Pedemu Negeri saat ditemui Kompas.com di Social Media Festival 2011, fX Plaza, Jakarta, Kamis (22/9/2011).

Untuk membuat suasana berkarya dan berbagi karya ini menjadi lebih menantang, pengelola Pedemu Negeri pernah mengadakan lomba menyanyikan Jingle Pedemu Negeri, Surat Cinta Indonesia, dan kompetisi video dengan tema Pede 17-an. Berbagai hadiah menarik dan kesempatan untuk diekspose media merupakan daya tarik bagi para peserta mengikuti lomba-lomba ini.

Komunitas ini pernah mengadakan gathering Kopdar Jakarta pada Juli 2011 di Kafe 247 Panglima Polim. Suasana Gathering diisi oleh penampilan dari para anggota komunitas ini seperti baca puisi, menyanyi, hingga menampilkan film pendek. Saat itu komunitas ini telah memiliki jingle yang diciptakan oleh para pendirinya yang kemudian dinyanyikan oleh Anda Bunga pada saat gathering.

Pedemu Negeri berdiri pada November 2010, didirikan oleh tiga orang yakni Widy Prasetya, Windy Andina, dan Dion Albert. Komunitas ini berdiri di Jakarta, namun setelah disurvei, anggota komunitas ternyata mayoritas berada di Yogyakarta dan sisanya di luar pulau Jawa. "Usia mereka antara 17 hingga 24 tahun," ungkap Shinta.

Hingga kini anggota resmi web Pedemu Negeri sudah berjumlah 4.100 dengan like di Fan Page Facebook sebanyak 2.579. Meski follower-nya masih sekitar 977 di Twitter, komunitas ini telah mendapat tawaran untuk menyelipkan logo mereka di pesawat Lion Air. JIka ada yang menyadari, pada kursi penumpang Lion Air di bagian kepala, kini sudah ada logo Pedemu Negeri. "Kami didukung penuh oleh Kementerian Perdagangan, sehingga logo kami bisa masuk pesawat untuk kampanye cinta Tanah Air," jelas Shinta.

Komunitas ini didukung oleh Kementerian Perdagangan bersama dengan komunitas-komunitas lain yang mengusung semangat cinta Tanah Air dalam program Halo ACI (Halo Aku Cinta Indonesia). Pada 25 November mendatang komunitas Pedemu Negeri bersama komunitas lainnya akan mengadakan roadshow di Jabodetabek.

Bagi yang penasaran dengan komunitas ini dan ingin bertanya lebih jauh, bisa mengunjungi stand mereka di Social Media Festival di F6 FX Plaza, Jakarta sejak 22 hingga 24 September 2011. Adakomputer yang disiapkan akan membantu memberikan visualisasi bagaimana cara bergabung dan berbagi karya di website Pedemu Negeri. Ada pula televisi dan DVD player untuk menunjukkan jingle Pedemu Negeri yang dinyanyikan Anda Bunga.


KOMPAS
READ MORE - Pedemu Negeri, Pede Berkarya untuk Negeri

Sunday, September 18, 2011

Andrew Darwis Dirikan Kaskus hanya Bermodal 7 Dolar AS

Andrew Darwis berbagi kisah Kaskus dalam kuliah perdana Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Gading Serpong, Tangerang (17/09/2011). Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2011/2012 UMN menggelar acara kuliah perdana bertema Creative Technopreuneurship.

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG -
Siapa sangka forum komunitas internet terbesar di Indonesia, Kaskus didirikan hanya bermodal 7 dolar AS. Itulah pengakuan pendiri dan CEO Kaskus, Andrew Darwis.

Kisah bermodal cekak tersebut disampaikan Andrew Darwis pada kuliah perdana mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang digelar Sabtu (17/90/2011) di Kampus UMN, Serpong, Tangerang.

"Kaskus saya buat hanya dengan modal 7 dolar," Ujar Andrew Darwis dengan santai.

Saat itu, pria yang sekarang berumur 33 tahun ini membuat Kaskus untuk tugas kuliah. Andrew menceritakan tugas yang diminta oleh dosennya yakni membuat web yang berisikan biodata pribadi. Namun, Andrew mengaku tidak ada pengalaman menarik untuk menghiasi webnya. Oleh karena itu ia mencoba membuat portal berita.

"Pria cungkring asal Indonesia seperti saya mana ada yang punya pengalaman seperti orang bule yang pernah surfing, hiking dan lainnya," canda Andrew disambut tawa para mahasiswa.

Dalam enam bulan, portal berita yang dibuat Andrew Darwis tidak berhasil sehingga ia mengubah portal berita tersebut menjadi forum komunitas.

Dari waktu ke waktu, forum yang dibuat Andre Darwis ternyata berkembang pesat. Semenjak saat itulah Andre Darwis berkonsentrasi dalam forum komunikasi yang sekarang sukses dengan nama Kaskus.


Tribunnews
READ MORE - Andrew Darwis Dirikan Kaskus hanya Bermodal 7 Dolar AS

Tuesday, September 6, 2011

Situs Bank Mandiri Kembali Online

Screenshot situs Bank Mandiri

Jakarta - Setelah sempat tak bisa diakses lantaran domainnya belum diperpanjang, situs Bank Mandiri kini kembali online. Para nasabah Bank BUMN terbesar di Indonesia ini pun sudah bisa memanfaatkan internet banking lagi.

Menurut pemantauan detikINET, situs yang beralamat di www.bankmandiri.co.id itu kembali mengudara ketika waktu mendekati pukul 15.00 WIB.

Padahal sebelumnya, cuma ada pengumumanan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) yang terpampang di halaman depan situs tersebut.

Menurut keterangan dari Pandi, nama domain situs Bank Mandiri sempat habis masa berlakunya lantaran pemakai/pengelola nama domain ini mengetahui bahwa nama domainnya telah habis masa berlakunya tetapi memilih untuk tidak memperpanjang masa berlaku nama domain tersebut.

Kedua, pemakai/pengelola nama domain ini bisa juga tidak menerima email informasi mengenai habis masa berlakunya nama domain melalui alamat email yang terdaftar pada sistem registrasi. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak aktif/validnya alamat email tersebut.

Namun masalah sepele tersebut kini telah selesai. Dan nasabah pun sudah bisa memanfaatkan kantor online Bank Mandiri ini untuk memanfaatkan berbagai layanan.( ash / rns ) 


detikInet
READ MORE - Situs Bank Mandiri Kembali Online

Pemilik Akun @poconggg Terbongkar, Siapa Berikutnya ….

Identitas poconggg. (@siapapoconggg)

TEMPO Interaktif, Namanya @poconggg. Berbeda dengan pocong-pocong yang berseliweran di bioskop-bioskop, poconggg lebih terkenal di jejaring sosial Twitter. Pengikutnya juga lumayan banyak, yakni mencapai 784 ribu. @presidenSBY hanya punya pengikut 32 ribu. Banyak yang suka dengan tweet-nya karena kerap kali lucu.

Popularitas @poconggg pun makin meninju langit setelah dia merilis buku yang super laris: Poconggg juga Pocong. Sebetulnya buku itu biasa saja. Untuk orang yang sudah tua bangka, tertawa pun rasanya sulit. Untuk yang kategori om-om, paling juga berkomentar mirip Lupus, bacaan mereka di tahun 1980-an.

Namun, kenyataannya banyak yang suka. Saat dijual, buku ini langsung diburu. Satu jam ludes, bahkan kemudian dicetak ulang. Siapa penimat buku ini? Rata-rata kebanyakan anak remaja. Di kereta dan bus, terlihat beberapa remaja cekikikan membaca buku bersampul gambar Justin Bieber dan Lady Gaga menanti tanda tangan Poconggg itu.

Hanya saja, identitas @poconggg disembunyikan. Tidak boleh ada satu pun yang tahu jati diri si Pocongg ini. Pun begitu, ketika dia sudah terkenal. Poconggg seperti pemeran pocong di bioskop-bioskop yang namanya tidak pernah ditulis pada credit tittle di ujung film.

Banyak yang penasaran? Sudah pasti. Namun, entah alasannya, mungkin karena kepingin misterius, identitas ini tetap tak ada yang tahu. Tapi, seperti pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat, pasti jatuh juga. Nah, seorang pemilik akun @siapapoconggg kerja keras siang malam. Dia benar-benar penasaran dengan kiprah si pocong ini.

Eng ing eng..... dia pun bekerja. Tidak mudah memang karena si poconggg memang menutup diri. Diajak wawancara, ogah. Ketemuan apalagi. Walhasil, dia pun ambil jalan samping. Dia pun menjerit di Twitter, barang siapa yang kenal @pocongg harap menghubunginya.

Eh, nyaut. Seseorang yang mengaku teman dari temannya @poconggg menawarkan bantuan. Syaratnya, dia ditransfer uang sebanyak setengah juta. “Kita sebut saja orang ini “L”. Syaratnya, saya harus bayar L sebanyak 500 ribu rupiah. Saya bayar dia."

Dia pun menyebutkan seseorang di balik akun @poconggg, yakni @ariefmuhammad. Namun, si pencari ogah percaya begitu saja. Dari sebuah artikel di situs online yang berkisah tentang larisnya buku Poconggg juga Pocong, dia mendapatkan titik terang.

Ada 4 orang yang berperan dalam penerbitan bukunya itu. Mereka adalah @windyariestanty, @benakribo, @shitlicious, dan @raditya dika. Aha, ternyata mereka adalah pengikut akun @ariefmuhammad. Cukup aneh bagi dia. Arief Muhammad bukanlah selebritis.

Dari situlah, si penasaran itu mengecek di situs google.com. "Saya google image @ariefmuhammad, ternyata ada foto tumpukan buku Poconggg juga Poconggg di akun lockerznya. Dia lagi ngecek penjualan bukunya sendiri. Tapi dia lupa, dia menaruh fotonya di akun @ariefmuhammad, bukan @poconggg!"

Benarkah dia si @poconggg? Tak ada yang bisa memastikan. Namun, menurut @siapapoconggg, berkali-kali dia men-tweet dan mengirimkan e-mail, tak ada balasannya. “Nama asli @ariefmuhammad di Twitter yg tadinya Muhammad Arief langsung berubah jadi Armuh Yakoeb."

Namun kemudian, muncul pula spekulasi bahwa terkuaknya identitas poconggg karena akan dibuat film tentang poconggg. Pernyataan tersebut dikicaukan oleh Jenny Jusuf. Melalui akun @JennyJusuf: Admin kebongkar? DIBONGKAR, kali. Bentar lagi, kan, filmnya keluar. Promo gretongan. #bukannyinyir #cumangemeng #tapiyakinbener #udahah #kabur.

Ranah Twitter pada akhirnya bukan lagi sekadar asal cuit-cuit, ada dunia lain di sana. Membongkar misteri @poconggg menjadi fenomena unik. ”Ini enggak berhenti sampe sini. Saya juga akan membongkar identitas pemilik akun Twitter terkenal yg lain.” Makin seru, ternyata poconggg bisa ditangkap. Asyiiiik....[DIANING SARI]


TEMPOInteraktif

READ MORE - Pemilik Akun @poconggg Terbongkar, Siapa Berikutnya ….

Thursday, August 25, 2011

Trafik Tokobagus.com Naik 20%

Remco Lupker bagikan helm gratis



Jakarta - Situs jual beli online terbesar di Indonesia, Tokobagus.com, mengalami kenaikan trafik pengunjung sebesar 20 persen selama Ramadan seiring meningkatnya daya beli masyarakat.



"Tokobagus memiliki 1,2 juta anggota yang aktif. Sedangkan page view mencapai 4 juta pengunjung per hari, sedangkan unique visitor 700 ribu per hari. Berkat adanya program komunikasi yang agresif sejak awal Ramadan, terjadi kenaikan trafik hingga 20 persen," ungkap Pimpinan Tokobagus.com Arnold Sebastian Egg di Jakarta, Kamis (25/8/2011).



Diungkapkannya, saat ini ada 1,2 juta anggota yang aktif di situsnya berjual-beli secara online. "Selama Ramadan ini barang yang banyak diperjual belikan adalah pakaian. Sejak April lalu nilai transaksi di Tokobagus mencapai Rp 1,4 triliun per bulan dengan kondisi sekitar 800 ribu anggota aktif. Saya yakin adanya kenaikan trafik selama Ramadan, nilai transaksi akan berlipat naiknya," katanya.



Tak mau hanya terkesan mendorong pengunjung berjual beli di situsnya, Tokobagus.com juga tak lupa memberikan informasi seputar mudik dengan menggandeng Sentra Komunikasi (Senkom) yang menjadi mitra Polri melalui program Pemantauan Mudik (PAM) Lebaran 2011 mulai 23 Agustus hingga 7 September 2011.



"Kami melakukan kegiatan pemantauan secara serempak hampir di seluruh kabupaten di Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua yang dilalui oleh para pemudik," ungkapnya.



Kegiatan PAM Lebaran 2011 juga disosialisasikan di situs Tokobagus.com baik versi desktop maupun versi mobile atau m-tokobagus.com. Informasi yang disajikan kondisi real time tentang situasi jalur-jalur mudik, serta keadaan keamanan yang terjadi.



Masih dalam rangkaian kegiatan PAM Lebaran 2011, Tokobagus.com yang bekerja sama dengan Senkom Mitra Polri turut membagikan gratis helm SNI dan peta mudik lebaran 2011 di daerah Kalimalang, Bekasi. Program ini digelar dengan tujuan untuk menyukseskan arus mudik dan balik 2011.



"Semoga dengan pembagian helm SNI dan peta ini, pemudik bisa lebih aman dan lancar dalam melakukan perjalanan," kata Arnold yang didampingi pimpinan Tokobagus.com lainnya, Remco Lupker.



Arnold menambahkan lokasi pembagian helm SNI dan peta mudik di kawasan Kalimalang dipilih, karena pemudik yang menggunakan sepeda motor yang mengarah ke daerah timur pulau Jawa umumnya akan melalui jalur tersebut.



"Informasi dari teman-teman dari Senkom lokasi yang kita pilih ini, tepatnya di Kalimalang Bekasi, memang banyak dilalui pemudik yang mengarah ke timur Jawa. Sehingga kita memutuskan membuka posko mandiri disini dan juga membagi-bagikan sekitar 300 helm SNI secara gratis. Selain Kalimalang beberapa tempat lainnya juga akan kita sebarkan helm-helm SNI lainnya, masing-masing titik sekitar 300 helm," terang Arnold.



Kegiatan pembagian helm dan peta mudik diawali dengan pembukaan posko mandiri Tokobagus.com dan Senkom Mitra Polri. Dengan dibukanya posko ini berarti secara resmi posko mandiri di 50 lokasi lain telah siap beroperasi dan melakukan aktivitas untuk membantu para pemudik, seperti menyiapkan sarana istirahat, pijat refleksi, obat-obatan, toilet dan takjil saat berbuka.( rou / ash )





detikInet

READ MORE - Trafik Tokobagus.com Naik 20%

Tuesday, August 16, 2011

Ratimaya.com Wadahi Karya 20 Desainer Muda

Beberapa koleksi produk fashion di Ratimaya.com.

JAKARTA, KOMPAS.com - Delapan pengusaha muda mendirikan situs belanja online Ratimaya.com, yang fokus menawarkan produk fashion yang unik rancangan para desainer dalam negeri. Mereka telah berhasil menggandeng dan mengumpulkan karya dari 20 desainer muda berbakat.

Berdiri pada bulan Maret 2011, Ratimaya memulai bisnisnya dengan prinsip bisnis 3P: Premium, Price, dan People. Premium berarti kualitas yang tidak dapat dikompromi dimana bahan produknya harus berkualitas tinggi. Price adalah batas harga yang cukup terjangkau, dan yang terakhir adalah People, dimana produk Ratimaya harus mewakili minat suatu komunitas, sepert merk "Capital T" yang mewakili Classic with Touch.

"Kami ingin produk Ratimaya unik, eksklusif, tetapi tetap terjangkau, stylish dan mengikuti perkembangan," ujar Putra Sukardi, CEO Ratimaya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (15/8/2011).

Ratimaya menawarkan apa yang disebut e-commerce dalam arti sebenarnya. Pelanggan dapat membeli baju, sepatu, aksesoris, dan juga tas bagi wanita dan pria dalam situs www.ratimaya.com dan melakukan pembayaran dengan sistem PayPal. Terdapat 20 merk berbeda, Ratimaya mengumpulkan vendor tidak hanya dari Jakarta tetapi juga bekerja sama dengan para desainer yang juga memiliki toko di Bandung.

"Dalam Ratimaya, kami mempunyai misi untuk meyakinkan pelanggan bahwa bisnis online kami aman dan menawarakan produk unik dan stylish, sekaligus untuk mendukung para desainer muda Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya," lanjut Putra Sukardi.

Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri, Ratimaya memberikan tawaran menarik bagi pelanggan setianya berupa potongan harga hingga 40 persen untuk beberapa produknya. Tawaran ini berlaku dari 22 Agustus hingga 12 September.



KOMPAS
READ MORE - Ratimaya.com Wadahi Karya 20 Desainer Muda

Thursday, August 11, 2011

Multiply Coba Bangun eBay Rasa Lokal

Screenshot Multiply Indonesia



Jakarta - eBay menjadi contoh suksesnya sebuah situs e-Commerce dunia. Langkah itu coba diterapkan Multiply di Indonesia dengan memperhatikan kemampuan dan kebiasaan masyarakat lokal.



Seperti diketahui, bisnis e-commerce di Indonesia memang belum tumbuh optimal. Penyebabnya ada banyak, mulai dari masalah kebiasaan berbelanja di internet, hingga masih lebih banyaknya pengguna kartu debit dibanding kartu kredit.



Di kalangan industri, istilah e-commerce sendiri ternyata masih memiliki pengertian yang berbeda. Beberapa pelaku industri memisahkannya dengan istilah belanja online dan transaksi online.



Belanja online adalah kegiatan dimana penjual menawarkan barang di internet dan pembeli memilihnya, namun pembayaran masih dilakukan dengan mekanisme transfer antar rekening penjual dengan pembeli.



"Belanja online sudah biasa, yang masih baru di Indonesia adalah transaksi online dimana pembayaran dilakukan melalui payment gateway," papar Edward K. Suwignyo, AVP Marketing Communications Multiply, di Menara Prima, Jakarta, Kamis (11/8/2011)



Padahal, situs e-commerce sejatinya tidak sekedar menjadi penyedia lahan, namun juga ikut mengatur, termasuk menjamin keamanan transaksi. Itu yang dilakukan oleh eBay yang membeli PayPal untuk payment gateway-nya.



Nah, langkah itu coba diterapkan Multiply di Indonesia. Pembeli membayar produk yang dibeli dengan melakukan transaksi online via mobile banking seperti Klik BCA-- meski masih tersedia juga pembayaran langsung via ATM atau transfer via BCA dan Bank Mandiri.



Kemudian, uang pembayaran tersebut tidak langsung masuk ke rekening penjual, namun ditampung dalam rekening Multiply Indonesia.



"Penjual bisa menerima uang dengan dua pilihan, setelah mencapai nilainya target transaksi yang ditetapkan atau by demand setiap pemilik toko," kata Edward.



Multiply Indonesia saat ini sudah memiliki 45.000 toko dengan 2 juta akun, 7 juta pengunjung setiap bulannya dan 70 juta page view.



Mayoritas toko adalah pengusaha mikro dengan produk industri rumahan, atau importir produk mainan dari Hong Kong atau China.



Metode bisnis situs ini jelas bagi semua pihak, Multiply sebagai situs e-commerce memperoleh 3,9% dari nilai transaksi. Situs ini mewajibkan pengunjung memiliki akun sebelum belanja. Kelebihannya, dia dapat berinteraksi dengan penjual sebelum membayar barang.



Hal tersebut menguntungkan juga bagi penjual karena mereka bisa mengenal pembeli secara personal dan membangun jaringan toko sendiri. Kapasitas server yang bisa digunakan juga tidak dibatasi.



Edward menambahkan pakaian perempuan dan perlengkapan bayi merupakan produk dengan pembeli terbesar saat ini, sementara produk elektronik masih belum cukup tinggi karena masalah kepercayaan.



Pihaknya optimistis masuknya perusahaan dengan brand besar akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan transaksi online.



Jumlah transaksi dengan nilai di atas Rp 5 juta per produk juga terus meningkat, jumlahnya mencapai 20% dari total transaksi. Sisanya, pembelian dengan nilai Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per transaksi.



"Jumlah pengunjung di Multiply rata-rata 2.000 hingga 3.000 visitor per hari per toko. Kami yakin dengan hadirnya toko-toko besar bisa meningkatkan jumlah visitor tiga kali lipat," ujarnya.( rou / wsh )







detikInet

READ MORE - Multiply Coba Bangun eBay Rasa Lokal

Wednesday, August 10, 2011

Database Email TNI AD Dihack?

Terdapat 109 alamat email dan password yang berhasil diambil oleh hacker.



Terdapat 109 alamat email dan password yang berhasil diambil oleh hacker dari situs resmi TNI Angkatan Darat.



VIVAnews
- Saat ini tengah marak di dunia maya “bocoran” informasi seputar database email milik anggota TNI AD beserta password akun tersebut. Database itu didapat oleh kelompok hacker Anonymous asal Indonesia yang mengambilnya dari situs resmi Angkatan Darat.

Adalah pengguna Twitter dengan nick anonymouSabu yang pertamakali menyebutkan bahwa rekan-rekannya di #opIndonesia telah menayangkan hasil penerobosan mereka ke laman http://www.tniad.mil.id.



“Our brothers at #opIndonesia dropping another dump for the indonesians: pastebin.com/ax26qcm2 tniad.mil.id #antisec #anonymous,” tweet anonymouSabu, pada akunnya, di Twitter.



Dari pantauan VIVAnews, 10 Agustus 2011, terdapat 109 alamat email dan password yang berhasil diambil oleh hacker dari situs tersebut.



Selain di Twitter, para hacker juga menggelar kampanye mereka di situs-situs media sosial lain seperti di YouTube, Facebook, dan lewat kanal IRC. Para hacker ini menentang rencana pemerintah yang berupaya untuk melakukan sensor terhadap konten Internet.



Sebelum ini, database email dan password milik anggota TNI AD tersebut sempat diposting di salah satu thread di forum Kaskus. Namun tak berapa lama thread tersebut langsung dihapus.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Wiryantoro belum mengetahui informasi adanya pembobolan situs resmi TNI Angkatan Darat yang beralamat di www.tni.mil.id itu. Wiryantoro akan berkoordinasi dengan divisi terkait.



"Kami belum bisa mengeluarkan pernyataan resmi. Tapi saya akan koordinasi dulu dengan Direktorat Informasi dan Komunikasi TNI Angkatan Darat," kata Wiryantoro saat dihubungi VIVAnews.com, Rabu 10 Agustus 2011. (umi)





VIVAnews

READ MORE - Database Email TNI AD Dihack?

Saturday, July 30, 2011

Adira Finance Luncurkan Website Pariwisata

Adira Finance yang selama ini dikenal sebagai perusahaan pembiayaan ikut meningkatkan citra pariwisata Indonesia dengan meluncurkan website www.adirafacesofindonesia.com (Ist)

Jakarta (ANTARA News)
- Adira Finance, perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan mobil dan motor
meluncurkan website yang berisi soal pariwisata www.adirafacesofindonesia.com.

"Adira Finance ingin berpartisipasi mempopulerkan tempat-tempat pariwisata di Indonesia. Dengan website ini, masyarakat Indonesia diharapkan tidak lagi bepergian ke luar negeri," kata Direktur Utama Adira Finance, Stanley Setia Atmaja saat Grand Launching of Adira Faces of Indonesia di Jakarta, Jumat.

Menurut Stanley, peluncuran website tersebut adalah untuk lebih mengenal dan mendorong kecintaan masyarakat Indonesia terhadap alam Indonesia. Dengan website ini, lanjutnya, akan memudahkan traveller untuk bepergian kemanapun di Indonesia.

Adapun yang melatarbelakangi pembuatan website ini, kata Stanley, selain ingin berkontribusi meningkatkan citra Indonesia melalui pariwisata, juga dikarenakan perekonomian Indonesia yang semakin membaik sehingga kebutuhan untuk rekreasi dan berwisata menjadi hal penting.

Ditambahkan, pembaca bisa mengirimkan cerita atau foto-foto daerah pariwisata yang dikunjungi.

"Tentu setelah pulang dari bepergian, para traveller punya cerita sendiri, memiliki foto-foto, dan itu bisa dikirim dan dimasukkan dalam website tersebut. Bagi 100 karya terbaik, Adira Finance akan memberikan penghargaan," katanya.
(zul)



ANTARAnews
READ MORE - Adira Finance Luncurkan Website Pariwisata

Monday, July 25, 2011

Butuh Rekomendasi Belanja, Buka freco.com

Screenshot freco.com (Antara News/freco.com)

Jakarta (ANTARA News) - Menjawab kebingungan anda mencari referensi tentang barang atau jasa yang anda butuhkan, sebuah layanan rekomendasi online, freco.com, diluncurkan Rabu di Jakarta.

Sesuai namanya "freco" yang berarti friend's recommendation atau rekomendasi teman, menurut pemiliknya PT Makmur Sukses Untung (MSUN), freco.com menyajikan banyak rekomendasi barang dan jasa hingga hal-hal kecil.

Dari rekomendasi mengenai bengkel, dokter gigi, hingga info tukang pijit atau tukang perbaikan atap rumah bocor bisa anda temukan di freco.com.

Website itu dirintis oleh R Ari Sudradjat, Herjuno Wahyu Aji, dan Anton Nasser sejak April lalu. Alasan mereka membuat layanan ini adalah ingin menyediakan pilihan terbaik bagi masyarakat sebelum mereka memutuskan untuk membeli barang atau jasa.

"Jangan sampai sudah mengeluarkan biaya yang sangat besar tapi mendapatkan barang/jasa yang kualitasnya kurang bagus," kata MSUN dalam siaran persnya.

Menurut Direktur Utama MSUN R Ari Sudradjat, yang pernah dinobatkan sebagai 3rd Asia's Best Enterpreneur under 30 oleh Majalah Business Week pada 2008, MSUN telah menanamkan investasi 40 ribu dolar AS untuk freco.com.

"Ketika seseorang mau membeli barang atau jasa, mereka tinggal memasukkan kata kunci ke dalam freco.com. Setelah itu freco.com akan menampilkan barang/jasa yang direkomendasikan oleh teman," kata Ari.

Data yang ada di freco adalah data yg diberikan oleh pengguna lain berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

Menurut Ari, kekuatan utama dari freco.com karena rekomendasi yang dicari oleh pengguna akan dihimpun berdasarkan pertemanan facebook, twitter, yahoo messenger dan lain-lain.

Jadi, rekomendasi dari teman atau keluarga lah yang akan terlihat paling atas. Jalur pertemanannya otomatis diambil dari situs pertemanan, karena rekomendasi yang didapat dari pengalaman teman/orang yang telah mencobanya, otomatis akan terjamin kwalitasnya.

Awak freco.com juga mewawancarai para selebritis atau orang terkenal untuk memberikan rekomendasinya, agar bisa menjadi acuan nilai lebih bagai masyarakat yang mencari referensi.

Beberapa public figur yang sudah memberikan rekomendasi antara lain; Marissa Nasution, Raffi Ahmad, Chris John (petinju), Thalita latief, Jessica Iskandar, Ananda Omesh, Farah Quin, Sarah Sechan, Dokter Boyke, Fitri Tropika, Dinda Kanyadewi, dan lain-lain.

freco.com yang merupakan kombinasi produk web campuran wikipedia dan facebook, juga bisa digunakan terbalik, yaitu untuk mengetahui referensi barang/jasa yang kita akan pilih.

Misalnya saat kita akan berobat dengan dokter A, kita bisa memasukkan nama dokter A nanti akan kita lihat apakah ada orang lain yang pernah dilayani dokter tersebut dan bagaimana review-nya.

”freco.com dapat diakses dari handphone, smartphone ataupun dari komputer biasa, sehingga sangat praktis, kapan pun dibutuhkan bisa diakses setiap saat,” ujar Ari.

Bila yang anda cari benar-benar tidak ada dalam database freco, maka akan di tampilkan di sebelah kanan freco.com, harapannya akan ada pengunjung freco lain yang mengisi rekomendasi.

Disajikan gratis untuk di akses, pendapatan freco.com mengandalkan iklan kerja sama dengan ad-network seperti google adsense, admob, buzzcity dan lain-lain.

Pemasang iklan memiliki dua pilihan tarif, pay for impressions (CPM) atau pay for click dengan range sekitar 0,02 - 0,06 dolar per klik. “Secara bisnis jika sudah banyak pengunjungnya sumber pendapatannya akan berasal dari iklan,” kata Ari.

Sekarang freco.com yang menyediankan ribuan info, telah menghasilkan 100.560 hits dan 25.928 pages.

"Justru disinilah kelebihannya. Kadang kalau di situs-situs lain yang di-review atau direkomendasikan sesuatu yang besar, kalau di sini apa saja boleh. Mau yang simple-simple dari tukang pijit pun bisa," tutup Ari.(S026/B010)



ANTARAnews
READ MORE - Butuh Rekomendasi Belanja, Buka freco.com

Thursday, July 21, 2011

Menkominfo Didesak Tutup 20 Situs Musik Ilegal

ilustrasi (ist)

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring didesak oleh seluruh komunitas industri musik di Indonesia untuk sedikitnya menutup 20 situs yang dinilai memberikan fasilitas download musik digital secara ilegal.

Desakan ini disampaikan oleh asosiasi musik seperti Asirindo, Prisindo, PAMMI, RMI, PAPPRI, ASIRI, APMINDO, Gaperindo, WAMI, dan KCI. Semuanya bergabung melawan pembajakan musik di era digital ini dalam payung kampanye 'Heal Our Music'.

"Kami atas nama gerakan 'Heal Our Music' yang bekerjasama dengan stakeholder industri musik di Indonesia, meminta agar Kementrian Kominfo untuk dapat menutup situs-situs yang memberikan fasilitas mengunduh lagu secara ilegal atau menyebarkan lagu tanpa izin yang memiliki hak atas lagu-lagu tersebut," demikian isi surat yang juga diterima detikINET, Kamis (21/7/2011).

Adapun 20 situs yang mereka anggap telah melanggar Undang-undang Hak Cipta dan Hak atas Kekayaan Intelektual tersebut, adalah sebagai berikut:



  1. www.gudanglagu.com
  2. www.gudanglagu.net
  3. www.mp3sgratis.net
  4. www.mp3lagu.com
  5. www.warungmp3.com
  6. www.pandumusica.info
  7. www.musik-corner.com
  8. www.mp3bos.com
  9. www.mp34shared.com
  10. www.musik-flazher.com
  11. www.index-of-mp3.com
  12. www.misshacker.com
  13. www.trendmusik.com
  14. www.abmp3.com
  15. www.katalogmp3.info
  16. www.mp3bear.com
  17. www.mp3downloadlagu.com
  18. www.freedownloadmp3.org
  19. www.dewamp3.com
  20. www.plasamusic.com

"Atas dasar pemeriksaan kami, situs-situs ini memuat link-link untuk mengunduh lagu-lagu tanpa izin dari pemilik hak atau lagu-lagu ilegal," masih kata surat itu.

"Daftar situs yang kami lampirkan ini merupakan informasi awal yang disetujui oleh stakeholder yang terkait, tidak menutup kemungkinan akan ada daftar susulan," tandas permohonan yang tertera di dalam surat.

Menkominfo Tifatul Sembiring sendiri, sebelumnya telah menemui sejumlah perwakilan dari gerakan Heal Our Music tersebut. Untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi dari para pemusik lokal, Kominfo rencananya akan mengadakan pertemuan lanjutan pada 27 Juli 2011 mendatang.
( rou / wsh )


detikInet
READ MORE - Menkominfo Didesak Tutup 20 Situs Musik Ilegal

Wednesday, July 20, 2011

Dealgoing.com, Meta Commerce Indonesia Pertama Di Asia

Belanja kosmetik kini bisa online, melalui www.kosmetikcantik.com dari Mustika Ratu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Berbelanja secara online sudah tidak asing di masa kini. Berbagai tawaran diskon dalam belanja online juga mulai digemari. Namun, banyaknya tawaran diskon membuat konsumen harus mengakses berbagai situs online. Kini, semua situs tersebut bisa diakses dari satu situs agregat, yakni Dealgoing.com.

Dealgoing.com merupakan e-business Indonesia yang Go-Global dan mengklaim sebagai agregat daily deals no. 1 di Asia. Peluncuran pertama dealdoing.com adalah Indonesia (Jakarta), disusul negara lainnya di Asia, yakni Malaysia, Singapura, Filipina, dan Korea.

“Dengan tingkat mobilitas yang tinggi, tentu saja para pengguna internet memiliki waktu yang semakin smepit untuk mencari-cari penawaran menarik. Dengan DealGoing.com, pengguna internet terutama para konsumen online, akan mendapatkan kemudahan karena semua informasi dapat dilihat dalm satu tampilan layar pembuka,” ujar Edward Kim, pendiri DealGoing.com dalam jumpa pers peluncuran DealGoing.com di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (19/7/2011).

DealGoing.com bersama mitra sosial commerce menyediakan informasi bagi pengunjung melalui RSS, XML, Advertising dengan dibangun oleh teknologi Cloud Server terbaru dari Microsoft. Dealgoing.com mengadopsi solusi Cloud Computing yang dikembangkan oleh PT. Infinys System Indonesia dengan nama CloudWin, yang menggunakan platform dari Microsoft.

“Untuk meta agregator seperti dealgoing.com, kami menggunakan CloudWin yang terbekali dengan Sistem Operasi Windows Server 2008 R2 yang diperkuat oleh SQL Server 2008 R2 untuk solusi database-nya,” ujar Dondy Bappedyanto, General Manager PT. Infinys System Indonesia.

Irvin Hutagalung, ISV and Enterpreneurship Program Manager Microsoft Indonesia yang juga hadir dalam acara ini mengatakan, untuk Microsoft, Cloud Computing saat ini adalah suatu keharusan. “Dulu toko online harus punya server seharga minimal Rp. 10 juta dengan pemakaian yang kadang tidak sesuai dengan harga. Sedangkan sekarang bisa menggunakan cloud dengan sistem on demand dan kontrak dengan jangka waktu pendek sesuai kebutuhan. Itu sebabnya kini Microsoft mengembangkan sistem cloud, salah satunya untuk membantu enterpreneur digital dalam hal pengelolaan database,” ujar Irvin.

Selain dari sisi teknologi, dari sisi layanan, dealgoing.com memiliki keunggulan dari segi fitur yakni menyediakan fitur-fitur berikut :

Kantong favorit (ada 4)
Voucher-voucher favorit dapat langsung dikumpulkan dalam Kantong Favorit sehingga dikemudian hari, pembeli dapat langsung menemukan voucvher pilihannya dengan mudah.

Peringkat voucher (ada 5 peringkat berdasarkan popularitas)
Dealgoing juga menyediakan inromasi mengenai voucher yang tersedia di semua social commerce berdasarkan lokasi, diskon, harga, dan informasi produk berdasarkan urutan popularitasnya. Pembeli tidak perlu mengecek berbagai situs social commerce satu per satu, karena segala informasinya sudah ada dan disajikan ringkas di dalam web ini.

Mengurutkan waktu pakai voucher (1 tempat)
Voucher-voucher yang dimiliki oleh pembeli dari berbagai social commerce, dapat diurutkan berdasarkan waktu pakai. Dengan demikian, pembeli akan lebih mudah melihat mana saja voucher yang waktu pakainya berdekatan atau yang masih panjang.

Mengatur semua voucher (1 tempat)

Dengan dealgoing.com, pembeli dapat melihat voucher-coucher mana yang sudah terpakai maupun belum. Fitur ini memudahkan pembeli untuk mengatur voucher yang dimiliki dari semua social commerce yang ada.


KOMPAS
READ MORE - Dealgoing.com, Meta Commerce Indonesia Pertama Di Asia

Mari Memanfaatkan Rekomendasi Teman!

CEO PT Makmur Sukses Untung (MSUN) Ari Sudradjat

KOMPAS.com - Jejaring sosial kian hari kian marak di Tanah Air. Banyak orang tertarik untuk ambil bagian dan berkecimpung di dalamnya. Saat seseorang masuk jejaring sosial dengan segala kebutuhannya, ia tak segan-segan merekomendasikan jejaring itu kepada rekan, sahabat, dan sebagainya.

Sedemikian pentingnya rekomendasi itulah yang menurut CEO PT Makmur Sukses Untung (MSUN) Ari Sudradjat membuat dirinya dan dua rekan yakni Herjuno Wahyu Aji dan Anton Nasser sejak akhir April 2011 membuat website freco.com . "Kepanjangannya friend's recommendation," kata Ari, kemarin.

Menurut pria asal Bandung ini, kemudian, memanfaatkan freco.com sama artinya dengan memanfaatkan wadah referensi bagi para pengguna untuk mengambil keputusan pas saat akan membeli barang atau memanfaatkan jasa. "Kami ingin masyarakat mendapatkan pilihan terbaik sebelum mereka membeli barang atau memanfaatkan jasa," imbuh Ari.

Tentu, pengalaman tak mengenakkan adalah mendapatkan barang atau jasa yang kualitasnya tak sesuai harapan. "Padahal, pengguna sudah mengeluarkan banyak uang," tambahnya lagi.

Menurut Ari, kekuatan utama website tersebut adalah rekomendasi yang dicari oleh pengguna akan dicarikan berdasarkan pertemanan facebook, twitter, yahoo messenger, dan lain-lain. Dengan cara ini, rekomendasi dari teman maupun keluarga akan terlihat di tampilan teratas. "Rekomendasi dari pertemanan biasanya terjamin kualitasnya," terang kelahiran 18 Desember 1976 ini sembari menambahkan kalau pihaknya sudah menampilkan rekomendasi para selebritas.

Dalam pandangan Ari, website yang dibangun dengan investasi 40 ribu dollar AS tersebut sejatinya merupakan kombinasi wikipedia dan facebook. Website ini, dapat diakses juga dari hape, ponsel cerdas, maupun dari komputer biasa. "Sangat praktis. Kapan dibutuhkan, website bisa diakses tiap saat," jelas Ari.

Lalu, masih menurut Ari, bagaimana andai yang dicari pengguna tidak ada? Nah, freco.com akan menampilkan hal yang dicari itu di sisi sebelah kanan. Harapannya, kelak, ada pengunjung yang mengetahui informasi tersebut. Pengunjung itu pun akan mengisi.

Misalnya kita mencari ”tukang las” namun tidak ada orang yg merekomendasikan tukang las. Selanjutnya, "tukang las" itu ditampilkan pencarian dari google. Kemudian, di bagian kanan freco.com akan ditambahkan kategori ”tukang las”. Dengan begitu, bila ada orang lain yang melihatnya, orang tersebut akan memberikan rekomendasi tukang las.

Terkait soal pendapatan, jelas lulusan Teknik Kelautan ITB Bandung angkatan 1995 ini, pihaknya akan mengutamakan hal tersebut dari iklan. Kerja sama yang diincar kemudian adalah dengan ad-network seperti google adsense, admob,buzzcity dan lain-lain. Nantinya, pemasang iklan memiliki dua pilihan bagi pemasang iklan, pay for impressions (CPM) atau pay for click dengan rata-rata nilainya sekitar 0,02 - 0,06 dollar AS per klik. "Tapi, buat pengunjung, situs ini gratis," kata Ari.

Ari mengaku, saat ini websitenya menyediakan ribuan info yang terus dikunjungi. Tercatat sudah 100.560 hits dan 25.928 pages. Hal itu bisa terjadi lantaran semua orang bebas memberikan kategori apa saja yang mau direkomendasikan oleh mereka. Justru di sinilah kelebihan kami. Kadang kalau di situs-situs lain yang di-review atau di rekomendasikan sesuatu yg besar. Di sini, apa saja boleh. Mau yang simpel dari tukang pijit pun bisa," ujar pendiri dan CEO Braincode ini.


KOMPAS
READ MORE - Mari Memanfaatkan Rekomendasi Teman!

Thursday, July 14, 2011

Jawara Digital Indonesia Versi Bubu Awards

Ini bukan hanya sekedar penghargaan, tapi juga pengakuan.

Bubu Awards

VIVAnews
- Bubu Awards kembali digelar untuk ketujuhkalinya sebagai wujud apresiasi para pelaku industri digital dan pencarian talenta digital di Indonesia. Penghargaan tidak hanya tentang kompetisi desain web paling bergengsi di Indonesia tetapi juga kompetisi digital untuk mempercepat pertumbuhan internet dan lanskap mobile marketing di Indonesia. Juga sebagai pemicu yang kuat bagi pertumbuhan industri digital di Indonesia.

"Ini bukanlah hanya sekedar penghargaan, tapi ini adalah pengakuan untuk Indonesia yang memiliki bakat-bakat dalam memproduksi produk-produk digital," kata Pimpinan IDBYTE sekaligus Chairman and Chief Mentor Bubu.com, Shinta Danuwardoyo, dalam sambutannya di malam penganugerahkan Bubu Awards v.07 (Version Tujuh), di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Pacific Palace, Jakarta, Kamis, 14 Juli 2011.

Ajang penghargaan ini, lanjut Shinta, juga diharapkan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia karena saat ini adalah abad digital dan mobile yang membuat masing-masing orang terkoneksi kepada siapapun dan kapanpun. "Itu adalah peluang bagi ekonomi kita," kata Shinta.

Bubu awards ke-7 ini, kata Shinta, telah melakukan seleksi sejak Mei 2011 lalu yang dilakukan oleh 45 Juri dan kemudian ditabulasi oleh tabulator resmi Bubu.com yaitu Ernest and Young Indonesia. Beberapa Jurinya adalah Founder and Chief Technical Officer KASKUS Networks, Andrew Darwis, Chief Editor at Detik.com, Indonesia, Budiono Darsono, Director Southeast Asia at Intel, Debjani Ghosh, Deputy President Director of Bakrie Telecom, Erik Meijer, Independent Commissioner at Telkom, Johnny Swandi Sjam, Managing Director at Google Southeast Asia, Julian Persaud, Country Manager Yahoo! Indonesia, Pontus Sonnerstedt, President Director of PT Microsoft Indonesia, Sutanto Hartono, dan juri lainnya.

Kategori Award yang diberikan dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu kategori Digital Marketing Awards, Digital Media Awards, dan Digital Talent Awards.

Daftar Kategori Pemenang Bubu Awards v.07

Kategori Digital Media Awards
1. Web Award Corporate : Telkomsel
2. Web Award Culture and Tourism : Info Backpacker
3. Web Award e-commerce : Kampung Pulsa
4. Web Award Education : Indonesia Bercerita
5. Web Award Game : Football Saga
6. Web Award Government : babelgov.go.id
7. Web Award News/Entertainment : Famela.com
8. Web Award Product/Consumer : Ngomik.com
9. Web Award Social Media : Filmoo.com
10. Web Award Utility : Pricearea.com

Kategori Digital Marketing Awards
1. Digital Campaign Award : Magnum Lounching
2. Mobile Application Award : Bouncity

Kategori Digital Talent Awards
1. Digital Business Leader Award : Agung Adi Prasetyo, CEO Kompas Gramedia
2. Digital Influencer : Adrie Subono, Music Promotor Java Musikindo
3. Digital Community Leader Award : Ainun Chonsun, Akademi Berbagi
4. Digital Marketing Plan for Startup Award : Rocto.com

Kategori Best of the Best Web Award : Indonesia Bercerita



VIVAnews
READ MORE - Jawara Digital Indonesia Versi Bubu Awards

Sunday, July 10, 2011

Kita Ingin Ubah Paradigma Indowebster Ilegal

Dalam 2 tahun ke depan, kemungkinan server Indowebster akan berlipat menjadi 600 server.

Juny 'Acong' Maimun, Pendiri situs Indowebster

VIVAnews
- Masih ingat dengan Acong? Ya, dialah mantan hacker yang insaf dan mendirikan sebuah situs web lokal perpaduan antara Rapidshare, ImageShack, dan YouTube: Indowebster.

Tahun lalu VIVAnews sempat mewawancarai pria pemilik nama asli Juny Maimun itu, untuk mengetahui bagaimana awalnya ia mendirikan Indowebster. Kini, setelah setahun berselang, banyak perkembangan yang terjadi pada Acong dan situs webnya itu.

Kini, Acong tak hanya telah menyiapkan berbagai opsi model bisnis yang bakal menghidupi Indowebster. Ia juga telah menyiapkan konsep bagi situsnya untuk bisa terus bersaing dengan situs ainnya, termasuk yang berasal dari luar.

AKhir pekan ini, VIVAnews kembali menjumpai pria 30 tahun itu untuk menggali lebih jauh strategi yang dipersiapkan Indowebster di tengah semakin ketatnya persaingan industri online. Berikut kutipannya.

Apa rencana redesign yang direncanakan Indowebster?

Kita ingin menyediakan hal yang baru. Di bidang musik, kita akan menyediakan musik legal dan ilegal secara bersamaan. Kita tampilkan penyanyi dan lagunya. Selain bisa didownload secara gratis, nanti lagu legalnya akan disediakan di sebelah kanan. Jadi ada yang legal dan ada yang ilegal, Keduanya kita sediakan berdampingan. Pengunjung bisa membeli lagu itu atau juga mengunduh secara gratis, yang notabene, tentu saja kualitasnya berbeda. Upaya edukasi inilah yang akan kita sebarkan kepada masyarakat.

Kalau di dunia online, user memang sebaiknya jangan dipaksa untuk membeli. Tapi bagaimana caranya agar mereka bisa rela untuk membeli. Kesadaran itu yang mau kita bangun. Semakin pintar seseorang, nalar kesadarannya akan lebih tinggi. Saya yakin, seseorang yang memiliki intelektual tinggi, otomatis dia akan lebih sadar untuk membeli. Ini konsep yang saya tawarkan

Apa harapan dari relaunching dan redesign situs?

Kami akan soft launch di 9 Juli 2011. Perkiraan saya akan stabil tanggal 1 Agustus. Jadi, nanti kita akan ada speed launching Indowebster di tanggal 17 Agustus, tepat pada hari kemerdekaan. Harapan saya, mudah-mudahan image yang saya bangun antara legal dan ilegal ini sama dengan arti kemerdekaan.

Jadi Anda pelan-pelan ingin mengubah mindset pengguna dari ilegal untuk beralih ke legal?

Iya betul, makanya tadi saya bilang, mudah-mudahan tiga tahun ke depan, tidak ada istilah legal dan ilegal. Yang ada hanya bagaimana kami bisa menyajikan sesuatu yang lebih baik ke user

Bila user diberikan pilihan antara legal dan ilegal bukankah mereka akan tetap memilih yang tidak perlu membayar?

Jadi ada satu hal. Contohnya e-Book. Bila seorang pengguna mengetahui manfaat dari sebuah e-Book. Lalu ia taruh di Indowebster, di mana berarti itu menjadi konten yang tidak berbayar atau orang menyebutnya ilegal. Karena pengguna ini merasa e-Book ini bermanfaat, tentu kemudian ia akan berpikir, kenapa saya tidak membeli saja. Jadi hal seperti ini yang ingin ditanamkan, bukan dengan cara memaksakan.

Kalau kita masih memaksakan untuk melakukan proteksi misalnya, saya pikir inia akan sulit dilakukan, karena informasi ini bergerak dengan sangat cepat. Anggap misalnya Indowebster kita tiadakan konten seperti ini, pasti nanti akan muncul di tempat lain. Makanya saya berpendapat untuk pelan-pelan menggiring mereka ke arah yang lebih baik, pertama dengan memberikan pilihan.

Saya yakin kok, seiring meningkatnya intelektual seseorang akan meningkatkan kesadaran mereka. Saat ini saya sudah mencoba untuk menerapkan sistem donasi dan sudah mulai. Jadi kalau memang ada value added yang kita berikan kepada user, mereka pasti akan berdonasi. Dan otomatis industri ini akan terbangun. Sebenarnya kalau kita bicara legal dan ilegal adalah bayar atau tidak bayar. Kenapa kita tidak melakukan sesuatu agar seseorang bisa memilih?

Di Indowebster ada sharing file, musik, foto dan video. Apa langkah awal menyediakan pilihan itu dilakukan melalui penyediaan musik legal terlebih dahulu?

Yang pertama kita sediakan justru antivirus. Kerjasama saya yang pertama itu dengan antivirus Avira. Kebetulan secara lisan kita sudah oke, tinggal tanda tangan MoU. Kita akan menjual software antivirus itu di website indowebster. Jika orang mencari antivirus Avira di kotak search, akan tersedia unduhannya dan disebelahnya akan ada button jual beli Avira.

Untuk konten musik legal, apa yang ditawarkan sehingga bisa membuat orang tertarik membeli file musik legal dibandingkan yang ilegal?

Kalau misalnya musik, teman-teman sudah banyak yang bicara dengan orang label, jadi saya tidak langsung ke label. Saya berencana agar ke depan musik itu kita buat juga seperti collection item. Kalau cuma jual file musiknya saja tidak akan begitu menarik. Harus ada bumbu.

Contohnya, kita bisa sediakan collection item-nya Peterpan. Kita sediakan packaging CD-nya dengan pernak-pernik yang bagus. Misalkan, dijual harganya 100 ribu. Saya pikir karena orang pasti ada yang suka,tentu ia akan membeli untuk koleksi. Dan, akhirnya ini akan jadi model keuntungan yang baru, yang bisa menguntungkan perusahaan-perusahaan souvenir. Seharusnyada ada perusahaan kreatif yang memikirkan masalah ini. Jadi seperti yang tadi saya bilang, istilah legal dan ilegal itu akan menghilang. Karena yang legal bisa dikemas secara lebih bagus.

Ini contoh yang ke depan akan saya terapkan. Akan lebih bagus daripada kita hanya menjual lagu yang legal dan ilegal tadi. Sama dengan contoh di Indowebster itu user bisa mendownload film. Ada berbagai jenis kualitas film, ada yang biasa, DVD, HD, dan Blue-ray. Nah kenapa kita tidak menjual Blue-ray di Indowebster.

Berarti nanti yang file-file film juga akan diterapkan model bisnis dengan penjualan collection item itu juga?

Ya sama juga. Secara teknis kita sudah siap untuk melakukan koneksi ke manapun. Jadi sudah bisa diintegrasikan dengan toko film, toko lagu, atau toko apapun.

Berarti, Anda sudah menyentuh ranah commerce?

Mungkin saya akan mengarahkan orang untuk berdagang file secara online di Indowebster. Itu sangat mungkin. Kebetulan, memang tipikal saya lebih sosialis. Sekarang saya sedang menggalakkan yayasan untuk inkubasi. Tempatnya di bekasi, namanya Research and Development Center di bidang IT khususnya di bidang security, dan itu sifatnya sosial.

Jadi, di sana kita mengajarkan mahasiswa. Sebelum mereka lulus, mereka dikasih tempat untuk belajar. Ada penanggung jawab yang setiap minggunya mengajarkan mereka. Jadi mereka sudah tahu industrinya seperti apa, begitu mereka lulus mereka sudah bisa langsung kerja. Karena ketika saya menerima karyawan baru dengan status fresh graduate, saya direpotkan dengan training ulang minimal 1-2 tahun.

Karena saya memang orang technical, jadi kita akan melatih tekniknya supaya bagus untuk perusahan-perusahaan. Saya lihat banyak perusahaan yang kekurangan resources. Resources yang mereka punya itu tidak kapabel untuk membuat suatu alat. Akhirnya saya berpikir, ya sudah saya yang jadi ground level-nya untuk menciptakan lebih banyak orang yang bisa dikaryakan. Dan, saya juga ingin membangun lagi di daerah Jakarta selatan untuk mengembangkan konten.

Tampilan baru Indowebster

Bagaimana Perkembangan Indowebster saat ini ?

Pengunjung bertambah terus, sekarang user membership-nya sudah 1 juta lebih. Jumlah data file yang disimpan di sini juga sudah berkembang hingga 800 ribu lebih, atau hampir 900 ribu file, dengan kapasitas terpakai hampir 60 Terabita.

Berapa transfer data harian rata-rata yang terjadi di Indowebster?

Kalau harian saya kurang tahu. Saya kan ingin memerangi konten ilegal ini. Kalau saya sudah monitoring semuanya, berarti saya tahu mana file yang ilegal dan mana yang legal. Yang akhirnya saya akan dituduh, 'Kok ilegal? Kok tidak dihapus?'. Jadi saya mengatakan bahwa saya tidak bisa melakukan ini semua sampai benar-benar bersih semuanya. Karena itu, saya ingin membuat mekanisme yang saling menguntungkan antara yang label dan yang punya file. Intinya kalau kita ingin berbisnis online memang semuanya harus diperhatikan dengan cara yang berbeda.

Sekarang berapa karyawan Anda?

Kalau Indowebster tidak banyak, sekitar 20 orang. Tapi, kalau digabung dengan konten yang lain seperti Indogamers, karyawan kita ada sekitar 60 orang.

Kira-kira musik yang legal, nanti akan dikenakan tarif berapa?

Teman-teman saya ada pembicaraan kalau tidak salah tarif musik legal berkisar pada Rp 5000 per lagu. Untuk file lainnya, tentu tarifnya akan berbeda. Tapi untuk saat ini, baru musik yang digodok. Kebetulan kalau untuk file antivirus, saya senang sekali karena Avira bisa menjual software mereka di angka kurang lebih US$10 - US$12 dolar per tahun. Sangat murah. Saya juga masih menggodok tentang partnership full sharing. Jadi, saya beli dulu semuanya, lalu saya jual lagi. Itu mungkin harganya bisa lebih murah lagi, mungkin bisa di angka US$ 9. Berarti hanya sekitar Rp90 ribu untuk membeli antivirus selama setahun.

Untuk memerangi konten ilegal ini, kenapa Indowebster tidak langsung membuat mekanisme peraturan yang melarang pengunduhan file ilegal saja?

Kalau kita membatasi, saya mungkin harus menyiapkan 100 hingga 200 orang untuk menjaga ini dan itu sudah diluar dari kemampuan kita.

Kenapa tidak kita mengubah paradigma saja? Dan ini jadinya akan saling menguntungkan. Jadi, yang tadinya Indowebster itu berkesan seperti situs tempat jual beli file, diubah menjadi untuk promosi file legal. Misalnya, kalau di radio, kita putar lagu, di mana kita tidak perlu beli. Biasanya, itu memang labelnya sendiri yang minta diputar, malah dibayar lagi. Sedangkan di Indowebster, sudah dikasih gratis eh malah di image-nya salah. Paradigma ini yang harus diubah.

Selain memperkenalkan mekanisme legal dan ilegal di situs Anda, apa lagi konsep redesain dan relaunching Indowebster kali ini?

Indowebster ini dikonsepkan nantinya akan menjadi milik semua orang. Jadi, harapan saya adalah semua website bisa punya file sharing juga. Misalnya, kita ambil contoh seperti VIVAnews ingin punya file sharing sendiri, itu bisa terhubung ke Indowebster. Misalnya, Kaskus ingin punya file sharing sendiri, kita bisa sediakan. Jadi kita ingin menjadi seperti sentralnya file sharing. Kita ingin agar Indowebster menjadi milik semua orang. Secara teknis kita memang sudah siap untuk rencana itu.

Dengan adanya mekanisme baru di Indowebster ini, berarti Anda sudah tidak lagi mengandalkan unit-unit bisnis lainnya seperti warnet atau proyek yang lain?

Sebenarnya inilah main project yang sudah kita set up. Kebetulan saya tidak pernah mengagungkan Indowebster. Saya mengagungkan semua ciptaan atau ide saya. Saya selalu mengagungkan bagaimana konsep ini bisa digunakan oleh masyarakat banyak. Sebenarnya, saya juga terpaksa melakukan ini, melakukan supaya Indowebster bisa go legal. Tujuannya sebenarnya adalah supaya ada yang meniru. Mungkin banyak yang meniru tapi tidak berani menunjukkan muka karena takut dituntut. Dengan membuat satu contoh untuk orang lain, sebenarnya ini kan membuat model bisnis. Pemahaman saya, dengan saya melakukan semua ini, saya ingin non monopoli. Karena kalau saya ingin monopoli, berarti semua file sharing akan saya bunuh. Sebaliknya, malah saya ingin membuat contoh bagi semua orang

Berarti Anda sudah mempersiapkan begitu banyak server?

Ya, memang kita sudah menyiapkan banyak server, bahkan kita juga sudah siapkan relocation data-datanya di berbagai daerah, pastinya di kota-kota besar. Agar, distribusi file-nya juga semakin cepat. Saya kan dulu pernah bilang kepada VIVAnews bahwa saya akan menyiapkan 300 server, dan sekarang memang sudah 300 buar. Mungkin akan bertambah terus jadi dua kali lipat dari itu. Mungkin akan menjadi 600 server untuk 1,5 tahun sampai 2 tahun ke depan

Itu pasti cost besar sekali, Anda berarti sudah siap dengan model bisnis yang lebih matang?

Iya itu betul. Tapi saya yakin kok, kalau Indowebster sudah legal, revenue-nya akan lebih jelas. Karena selama ini sudah banyak advertiser yang ingin masuk, tapi problemnya adalah image Indowebster itu ilegal. Jadi, saya harus menciptakan image baru. Begitu advertiser masuk, keuntungan dari advertising ini bisa di-share. Sama halnya dengan mekanisme di Youtube. Misalnya, ada orang yang meng-upload video dan ternyata ramai dikunjungi, iklan yang ada di sana itu akan di share berapa persen ke si penyanyinya.

Sebenarnya bisnis model ini sudah saya pikirin jauh sebelum mereka buat. Memang tidak dapat disalahkan karena mungkin ini hal yang baru. Jadi, harus ada edukasi juga. Harusnya, kita bergabung dan bekerjasama untuk menjadi lebih baik. Saya ingin membuat ekosistem, micro industri untuk online dengan mengajak orang-orang. 'Ini ada bisnis model, coba deh kita gabungkan.' Ini yang lebih menyita perhatian saya daripada hanya soal urusin bagaimana membuat Indowebster lebih besar lagi.

Kebetulan, saya punya 8 warnet itu pertama kali saya buat itu untuk memberi contoh kepada warnet-warnet lainnya. Dulu ada yang bilang warnet dan game center tidak bisa digabung, tapi saya berhasil menggabungkan keduanya. Dan boleh dibilang, seluruh Indonesia saat ini telah menggabungkan keduanya. Itu yang saya lebih senang, untuk berkembang bersama ketimbang Indowebster itu menjadi nomor satu.

Itukah strategi Anda untuk berkompetisi dengan situs web file sharing lainnya seperti 4shared?

Jadi kalau 4shared atau situs web file sharing yang lain, kan memang imagenya ilegal. Nah, saya ingin mengubah paradigma itu di Indowebster bahwa situs ini legal. Bagaimana pun caranya, kita akan tetap go legal. Biarpun file yang di upload itu ilegal, tapi itu nantinya kita akan jadikan sebagai item promosi

Dengan redesign ini, Anda berharap Indowebster bisa segera berada di atas posisi kompetitor lain?

Saya tidak berani yakin untuk itu. Yang saya yakin adalah traffic growth Indonesia untuk dua tahun ke depan bisa 10 kali lipat dari sekarang. Jadi, saya tidak menjamin saya akan berada di atas mereka atau tidak. Tapi saya menjamin traffic saya akan lebih besar dari pada mereka. Jadi, saya sih tidak terlalu memusingkan siapa yang berada di atas.

Indowebster itu berbasis komunitas, lalu bagaimana cara untuk merawat komunitas ini?

Komunitas itu kan kumpulan dari orang. Asalkan kita bisa menyenangkan orang, harusnya mereka akan tetap setia. Itu yang image yang saya bangun dari awal. Saya yakin kok, orang-orang yang sudah pernah online, mereka biasanya setidaknya sudah mengenal apa sih itu Indowebster. Karena memang fungsi Indowebster memang dibutuhkan.

Kita sebisa mungkin tidak akan meninggalkan user, dan kita pun sebisa mungkin tidak akan mengecewakan label. Kalau kita bicara tentang komunitas, tidak boleh ada yang dikecewakan.

Saat ini, trend di industri online itu banyak diwarnai akusisi, atau masuknya investor dari luar. Pernah ada yang menawarkan investasi kepada Indowebster?

Pernah ada dari Jepang, Korea, lokal juga ada. Terakhir ada dari Amerika. Tapi kami tolak. Indowebster ini masih murni 100 persen Indonesia. Saya memang lebih senang kalau investor dari Indonesia yang datang. Supaya para investor Indonesia lebih melek. Investor dari luar itu sudah berbondong-bondong ingin masuk, tapi kok yang lokal ini kok tidak melek-melek. Saya sih open saja pada investor manapun untuk bergabung. Tapi, proyek inkubasi kebetulan yang lebih membutuhkan bantuan. Jadi, saya lebih mengarahkan mereka untuk membantu inkubasi ini. Mungkin sekarang ini kita perlu bantuan investor, tapi lebih baik lagi jika mereka bisa membantu anak-anak yang belum jadi

Misalnya Indowebster Anda jual, Anda akan bikin lagi di bidang apa?

Masih di bidang IT, saya itu masih punya ratusan ide yang belum tercurahkan. Saat ini saya masih disibukkan dengan yang seharusnya bukan tugas saya. Tugas saya itu cuma mencurahkan ide, dan ada yang mengerjakan. Karena masih membutuhkan orang yang mengerjakan hingga memikirkan model bisnis seperti ini supaya bisa terus hidup.

Berapa investasi yang sudah dikeluarkan untuk mengembangkan Indowebster?

Kemaren saya hitung-hitung itu sudah sekitar Rp 5 milyar yang sudah dikeluarkan. Kebetulan sudah ada juga yang sempat ingin acquire di angka 20, 10, ada yang 15. (sj)

VIVAnews
READ MORE - Kita Ingin Ubah Paradigma Indowebster Ilegal

Saturday, July 9, 2011

Pemenang Blog Award Silver - Periode 2

sepeda.wordpress.com

Jakarta - Tim Internet Sehat telah memilih tiga pemenang bulanan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2011. Setelah melakukan proses penilaian, bersama ini kami menyampaikan bahwa blog berikut di bawah ini layak dan berhak mendapatkan penghargaan ISBA 2011 untuk kategori Silver periode 26 Mei - 30 Juni 2011:

http://sepeda.wordpress.com

http://www.emfajar.net
http://lemari-buku-ku.blogspot.com

Kategori Silver dipilih dari para penerima penghargaan Internet Sehat Blog & Content Award kategori Bronze pada periode tersebut. Keputusan atas blog terpilih tersebut adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat. Tidak ada korespondensi dalam bentuk apapun khusus terkait dengan keputusan atas pemilihan blog tersebut.


Hadiah

Bagi pemenang kategori Silver, masing-masing berhak mendapatkan hadiah sebagai berikut:
- Satu (1) buah Headset/Headphone
- Satu (1) buah DVD Linimas(s)a, film dokumenter tentang gerakan social media di Indonesia
- Satu (1) voucher XL senilai Rp 100.000


Selanjutnya tim Internet Sehat akan mengirimkan email kepada masing-masing pemenang untuk melakukan notifikasi. Selamat ya buat para pemenang!

Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2011 adalah sebuah penghargaan sepanjang tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan secara online. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia. Goal dari program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya konten-konten lokal sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang aktif menulis di blog. ISBA 2011 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), didukung oleh XL Axiata (www.xl.co.id), Norton Symantec (www.symantec.com), dan detikINET (www.detikinet.com).

Ingin seperti mereka? Simak cara-caranya di http://isba.ictwatch.com.( ash / ash )


detikInet
READ MORE - Pemenang Blog Award Silver - Periode 2

Thursday, July 7, 2011

Pemenang Blog Award Sesi 11 - Bronze

Jakarta - Tim Internet Sehat telah memilih dua blog pemenang Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2011. Setelah melakukan proses verifikasi dan penilaian, bersama ini kami menyampaikan bahwa blog berikut ini layak dan berhak mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2011 untuk kategori Bronze minggu ini, Kamis (07/07/2011):

http://www.titiw.com

Mampirlah ke blog milik tante Titiw ini dan bersiaplah tersenyum simpul atau bahkan ketawa ngakak. Kalimat-kalimat yang ia lontarkan terkesan ngalir aja dan banyak yang bahkan terkesan konyol dalam postingannya. Namun konyol bukan berarti kosong melompong lho. Postingan yang ditulis oleh wanita yang bekerja sebagai social media specialist ini justru berisi hal-hal umum yang bermanfaat bagi pembacanya. Dengan balutan bahasa yang tidak terlalu berat dan kadang diselipi pengalaman pribadi, pembaca seakan merasa kenal akrab dengan si pemilik blog. Lantas apa saja sih isi dari blog titiw.com ini? Ada 7 kategori yang ada di rumah Titi Akmar ini yakni Entertainment, Events, Green Act, Techno, Titiw Inside, Travelling dan Video. Di Travelling, pembaca bisa menikmati perjalanan Titiw di sejumlah tempat wisata, kemudian pembaca juga bisa tergelitik di bagian Entertainment yang menampilkan komik mengenai perfilman di Indonesia. Jangan lupakan juga tips-tips sederhana tapi bermanfaat yang ada di Green Act tentang gaya hidup hijau. Ulasan mengenai dunia teknologi juga tak ketinggalan ada di blog yang selalu ramai komentar tersebut. Sesuai dengan 'tagline' blog beliau, yakni 'sekedar share..kita kan care..', blog ini memang dibuat untuk berbagi.. :)

http://ryudeka.com

Semua hal yang terjadi di sekeliling kita bisa menjadi bahan postingan blog. Bahkan, kejadian yang tergolong biasa sajapun mampu menggelitik pembaca apabila diulas gaya dan sudut pandang yang tidak biasa. Itulah yang ada dalam sebuah situs dengan pemilik bernama Ryu Deka ini. Beralamatkan di ryudeka.com, pembaca dihadirkan dengan berbagai macam kejadian dari yang berhubungan dengan pertemanan serta pekerjaan hingga ke kondisi politik dan pendidikan negeri ini. Tak luput, postingan berbau hiburan seperti musik dan film turut diulas dengan gayanya yang lugas, to the point namun tetap asik. Lucunya, usai membaca setiap postingan, pembaca seakan digiring untuk mengeluarkan celetukan berbunyi "Oh, iya ya..". Dalam situs ini penulis banyak melepaskan sindiran tajam (atau bisa dibilang nyinyir) yang ditujukan pada hal-hal dan sosok-sosok yang ia anggap tidak 'suci'. Dalam postingan yang berjudul Atas Nama Kepepet, misalnya di sini dengan lihainya penulis menohok Anggota Komisi V DPR RI Arifinto dan legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Asriady Samad yang ngeles ketika diwawancarai meski mereka tertangkap basah kamera sedang mengakses video porno dan ngegame saat rapat paripurna. Gaya 'nyinyir'nya pun tak luput ia tujukan pada film-film Indonesia yang bisa ditilik pada postingan berjudul Dalam Mihrab Cinta - The Parody atau di This Dedemit Gunung Kidul Drives Me Angry. Bersiap-siaplah untuk tergelak sekaligus 'prihatin' terhadap postingan seorang penulis novel sekaligus penyiar ini mengenai 2 film layar lebar yang ditelanjanginya itu. Seakan sedang menyantap gado-gado pedas, situs ini rasanya tak cukup untuk dinikmati sekali saja. Dengan konten yang beraneka ragam dipadu dengan tulisan tajam beliau, situs ini layak untuk ditambahkan di bookmark Anda.



Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2011 adalah sebuah penghargaan sepanjang tahun yang diberikan kepada pengelola Blog, Wiki, Forum, Portal dan berbagai jenis layanan konten lainnya, baik perseorangan ataupun berkelompok, yang dengan segenap daya kreatifitasnya telah menuangkan ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk tulisan secara online. Tulisan tersebut tentunya yang harus dapat memberikan ide ataupun mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan yang positif dan bermanfaat, bagi dirinya ataupun masyarakat sekitarnya di Indonesia. Goal dari program ini adalah untuk men-generate tumbuhnya konten-konten lokal sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang aktif menulis di blog. ISBA 2011 diinisiasi oleh ICT for Partnership (www.ictwatch.com), didukung oleh XL Axiata (www.xl.co.id), Norton Symantec (www.symantec.com), dan detikINET (www.detikinet.com).

Ingin seperti mereka? Simak cara-caranya di http://isba.ictwatch.com
( ash / ash )


detikInet
READ MORE - Pemenang Blog Award Sesi 11 - Bronze

Situs Lokal Jadi ‘Tamu’ di Rumah Sendiri

Pengguna internet Indonesia masih suka mengonsumsi media online dari luar negeri.

Pengguna internet Indonesia masih suka mengonsumsi media online dari luar negeri. Di Indonesia, juga konten yang disediakan untuk anak dan perempuan juga belum cukup.

VIVAnews
- Pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan dramatis. Pada tahun 1999, pengguna internet di negeri ini baru sekitar satu juta orang, kini sudah berlipat menjadi 48 juta. Sementara pengguna telepon genggam Indonesia mencapai 180 juta.

Pada saat yang bersamaan, muncul revolusi media lewat medium baru. Media digital terus tumbuh secara menakjubkan dan perusahaan media online terus bertambah, baik di ibukota ataupun di daerah-daerah.

Sayangnya, di tengah dramatisnya penetrasi internet, telepon seluler dan media sosial, konten Indonesia tidak menjadi tuan rumah sendiri. Bangsa Indonesia baru menjadi 'bangsa pengguna', bukan bangsa pencipta.

Salah satu hal yang membuat situs dalam negeri tidak 'menjadi tuan di rumah sendiri' adalah tidak pesatnya pertumbuhan konten lokal. Penyedia konten dalam negeri tidak sanggup mengikuti pertumbuhan penetrasi internet dan telepon genggam. Industri konten tidak mampu bangkit walaupun infrastrukturnnya sudah disediakan oleh industri lain.

"Kalau ngomong 2G atau 3G kita mampu, tapi kalau ngomong konten, kita kurang," kata Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama Telkomsel dalam konferensi "Media Baru: Menjadi Tuan di Negeri Sendiri" di Hotel Nikko, Jakarta, 7 Juli 2011.

Menurut Sarwoto, Indonesia sebenarnya memiliki pengembang kreativitas bagi konten lokalnya. Sayang, banyak pengembang kreativitas di Indonesia yang melepas karyanya ke negara lain, seperti ke Korea dan Jepang. “Sebaliknya, pengembang kreativitas dari luar negeri justru menjual produknya ke dalam negeri," ujarnya.

Fenomena ini diakui oleh Sigit Widodo, pengembang game online asli Indonesia. Menurut Sigit, industri kreatif digital di dalam negeri masih terkendala oleh masalah finansial dan pemasaran.

Tak hanya itu, dukungan pemerintah juga hampir tidak pernah menyentuh pengembangan industri era internet media ini. Dalam hal pemasaran, konten Indonesia harus perang tarif dengan konten luar negeri yang jauh lebih rendah dari harga konten lokal sendiri. "Hampir 3 tahun ini kami tidak pernah mendapat support apapun dari pemerintah," ungkap Sigit.

Di sisi lain, media-media online juga harus menghadapi rendahnya pertumbuhan belanja iklan internet, sebagai alternatif pendanaan bagi kelangsungan hidupnya. Menurut Vice President Director PT MNC Handhi S Kentjono, media-media online memang belum menjadi prioritas bagi pihak pengiklan untuk memasang iklan produknya.

"Televisi masih dianggap sebagai media dengan pasar terluas, yang bisa diakses masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Akhirnya pihak pengiklan pun masih lebih suka memasang iklan produknya via media ini ketimbang media internet,” ujar Handhi.

Handhi menambahkan, di media online, orang juga lebih suka melihat konten video. Dan pengguna internet dari Indonesia menduduki posisi kedua setelah Cina sebagai pendownload konten video.

"Para pengelola media online diharapkan dapat terus memperbaiki konten media,” kata Handhi. “Di Indonesia juga konten yang disediakan untuk anak dan perempuan juga belum cukup. Akibatnya pengguna internet masih suka mengonsumsi media online dari luar negeri," ucapnya.

Selain itu, pengelola media online juga dapat memanfaatkan televisi untuk mempromosikan kontennya.


VIVAnews
READ MORE - Situs Lokal Jadi ‘Tamu’ di Rumah Sendiri

Friday, July 1, 2011

Toko Buku Indonesia Pertama di iPad

Aplikasi "Gramedia.com for iPad" merupakan toko buku Indonesia pertama di iPad. Dengan aplikasi ini, Anda dapat membeli buku-buku secara online dengan harga jual 75 persen dari harga jual di toko buku Gramedia

KOMPAS.com — Kompas Gramedia melalui Kompas.com membuat terobosan baru dengan meluncurkan aplikasi "Gramedia.com for iPad". Melalui aplikasi ini, Anda bisa membaca buku-buku berkualitas dari berbagai penerbit dalam Kelompok Gramedia di iPad.

Terobosan ini tentu saja membuat senang para penggemar buku. Anda bisa membeli buku berbahasa Indonesia lewat iPad dan membacanya kapan saja, di mana saja.

Selama ini, aplikasi iPad untuk membeli buku secara online baru dibuat pengembang luar. Sebut saja misalnya Kobo, Free Books, dan iBook (aplikasi yang sudah built-in di iPad). Namun, kita tidak bisa menemukan buku-buku berbahasa Indonesia.

Kehadiran aplikasi "Gramedia.com for iPad" ini akan memenuhi rasa dahaga membaca para penggemar buku-buku Indonesia. Buku-buku yang sudah Anda unduh, bisa Anda simpan di "Library".

Aplikasi ini bisa diunduh lewat App Store. Nah, Anda akan menemukan buku-buku yang sudah diterbitkan berbagai penerbit yang tergabung dalam Kelompok Gramedia.

Anda tidak bisa membaca buku ini gratis secara keseluruhan. Hanya bab pertama saja yang gratis (free first chapter), selebihnya jika Anda ingin membeli, Anda tinggal membelinya secara online. Harga setiap buku di "Gramedia.com for iPad" ini 75 persen dari harga jual di toko buku. Anggaplah Anda membalik-balikkan halaman buku ini untuk tahu apa isi buku ini.

"Untuk tahap awal, aplikasi 'Gramedia.com for iPad' menyediakan produk buku dari berbagai penerbit Kompas Gramedia. Berikutnya, buku-buku dari penerbit lain juga akan dapat dibeli di toko buku online ini. Selain buku, dalam waktu dekat 'Gramedia.com for iPad' juga akan menawarkan majalah, tabloid, dan koran dalam bentuk replika digital," kata Edi Taslim, Business General Manager Kompas.com, Jumat (1/7/2011).

Rekomendasi: Nah, jika Anda penggemar buku sejati, aplikasi "Gramedia.com for iPad" adalah jawabannya. Anda wajib mengunduhnya! (Robert Adhi Ksp)


KOMPAS
READ MORE - Toko Buku Indonesia Pertama di iPad

Saturday, June 18, 2011

Merombak Lintasberita.com

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sudah delapan bulan terakhir situs Lintasberita.com masuk ruang "perawatan" di Merah Putih Incubator. Memiliki 5 juta pengunjung setiap bulan dan 2,1 juta konten sepertinya tak cukup untuk membuat posisi Lintasberita menjadi portal agregator berita yang patut diperhitungkan. Perusahaan inkubasi ini ingin "menyulap" situs yang cukup populer di Tanah Air itu supaya lebih atraktif dan dekat dengan penggunanya.

Perubahan pertama dimulai dari nama menjadi Lintas.me. Merah Putih menghapus kata "berita" karena terkesan terlalu serius dan formal. Sebutan itu juga seolah-olah menekankan bahwa situs ini adalah portal berita, padahal sebenarnya bukan.

Kendati sudah berganti nama, domain Lintasberita.com masih dipertahankan. Chief Executive Officer Lintas.me, David Wayne Ika, mengatakan tidak bisa langsung menghapus Lintasberita karena situs itu sudah memiliki pamor di mesin pencari Google. "Dari Lintasberita kami memberikan link ke Lintas.me," kata David dalam peluncuran Lintas.me di Jakarta, Kamis pekan lalu, 16 Juni 2011.

Selain berganti nama, David menjelaskan, ada tiga perubahan mendasar dari Lintasberita ke Lintas.me. "Yang unik adalah desain, personalisasi, dan sosial," ujarnya. Mengenai desain, ia menyulap tampilan Lintas.me menjadi lebih semarak dengan aneka gambar. Ide ini, kata David, diperoleh dari masukan pengguna yang menginginkan berlimpahnya foto di setiap halaman.

Pengunjung Lintas.me bisa melakukan personalisasi atau menentukan jenis berita yang diinginkan untuk tampil di halaman utama dengan cara memilih saluran. Di dalamnya, tersedia kumpulan informasi bisnis, kesehatan, teknologi, olahraga, hobi, gaya hidup, otomotif, dan sebagainya. "Pengguna dapat membuat saluran sendiri dengan memasukkan kata kunci," katanya.

Situs yang didominasi warna putih-biru ini juga terintegrasi dengan Facebook dan Twitter. Di timeline Twitter dan dinding Facebook akan tertera informasi terhangat yang paling banyak ditengok pengunjung. David mengatakan, pada intinya, Lintas.me sama seperti situs agregator lainnya, seperti Reddit.com. "Yang membedakan adalah tampilan dan kontennya," katanya.

Sumber informasi yang dimuat dalam Lintas.me, kata David, berasal dari blog, situs-situs berita media massa, dan microsite. Untuk dapat mengirimkan konten di Lintas.me, pengunjung diwajibkan mendaftar terlebih dulu. David mengingatkan, jangan coba-coba mem-posting konten yang melanggar hukum karena sudah ada mesin penyaring yang otomatis memblokirnya.

Bulan depan, situs yang sudah profit ini berencana menyediakan platform untuk perangkat bergerak, seperti di telepon seluler BlackBerry, Android, Symbian, Windows Mobile, dan iOS. Sembari menunggu aplikasi Lintas.me di ponsel, untuk sementara pengguna dapat mengakses http://m.lintas.me melalui mesin browser ponsel. [RINI KUSTIANI]


TEMPOInteraktif
READ MORE - Merombak Lintasberita.com

Blog Archive