Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Showing posts with label Robot. Show all posts
Showing posts with label Robot. Show all posts

Saturday, July 23, 2011

Peringati Hari Anak dengan Kontes Robot

Hanya diperlukan waktu seminggu untuk membuat sebuah robot.

Ilustrasi Robot Pemadam Api (www.unika.ac.id)

VIVAnews -
Seratusan anak dan remaja memperingati hari anak nasional dengan menggelar kontes robot di Yogyakarta.

Sekitar 170 siswa dari 27 SMP dan SMA yang berasal dari Jawa dan Sumatra itu, terlihat antusias mengikuti turnamen bertajuk Kontes Robot Pintar, yang digelar selama dua hari di Taman Pintar Yogyakarta, Sabtu dan Minggu ini.

Mereka membentuk 96 tim untuk beradu pintar membuat robot dalam empat kategori: robot peneliti garis pemadam api non mikrokontroler (SMA), robot penjejak cahaya pemadam api (SMP), robot peneliti garis pemadam api dengan mikrokontoler (SMA), dan yang terakhir robot petarung (SMP-SMA).

Setiap tim terdiri dari tiga siswa dan satu guru pendamping, diberi waktu tiga bulan untuk membuat robot mereka masing-masing (April-Juli 2011). Selama proses pembuatan robot, mereka didampingi oleh para trainer.

"Sebelum kontes ini mereka sudah dibekali dengan workshop yang diadakan Maret lalu dan pelatihan robotik di Taman Pintar pada 17 April-17 Juli," kata Agung Didi Wahyudi, Koordinator Pengembangan Keprograman KRB (kontes robot pintar), kepada Vivanews di Taman Pintar Yogyakarta, Sabtu, 23 Juli 2011.

Para peserta diajari teori elektronika dan teori dasar, seperti cara-cara pembuatan robot, mulai dari pembuatan papannya, penyolderan komponen, Mikrokontrol, maupun pemprogramannya, kata Agung.

Menurut dia, kini sejak SMP siswa-siswa sudah bisa membuat robot, karena banyak SMP yang telah menyediakan ekstrakurikulernya. Bagi seorang siswa, hanya diperlukan waktu seminggu untuk membuat sebuah robot. "Hingga uji coba trial error, seminggu sudah selesai," kata Agung.

Kontes robot ini sendiri digelar setiap tahun di Taman Pintar Yogyakarta. Para peserta akan berpeluang menjadi Juara 1, 2, 3 di semua kelas, dan berpeluang memenangkan sebuah gelar 'Juara Inovasi Terbaik'.

"Hadiahnya, piala tetap Taman Pintar, piala bergilir dari Kementerian Ristek, serta sertifikat dari Kemenristek, serta dana pembinaan dari Taman Pintar yang jumlahnya masih dirahasiakan," tuturnya. (sj)

Laporan: Erick Tandjung| Yogyakarta


VIVAnews
READ MORE - Peringati Hari Anak dengan Kontes Robot

Monday, July 4, 2011

Teknologi Cloud Kendalikan Robot Lewat iPad

Robot Cloud yang dikendalikan dengan iPad melalui internet.

KOMPAS.com - Era cloud robotik di Indonesia telah dimulai. Tidak hanya untuk kebutuhan operasional perusahaan. Teknologi cloud juga bisa dimanfaatkan untuk riset robotika. World Robotic Explorer (WRE) menunjukkan platform cloud robotik yang dikembangkannya dalam konferensi pers pekan lalu di WRE Thamrin City, Jakarta Pusat.

Cloud Robot adalah sebuah robot dengan "otak" berada di "awan" atau luar tubuhnya dan pengoperasian berbasis internet. Pengembangan ini mampu membuat kemampuan robot lebih tak terbatas dan dikembangkan tanpa perlu membuat fisik robot baru.

Platform robot yang dikembangkan WRE memiliki bentuk segitiga dan bergerak dengan roda. "Nantinya, kita bisa mengembangkan platform ini dengan bentuk yang kita inginkan sesuai dengan fungsinya," kata Jully Tjindrawan, pendiri WRE.

Menyebut salah satu kemungkinan fungsinya, Jully mengatakan, "Misalnya kita bisa buat robot yang menyediakan minuman, nanti kita tinggal buat body-nya, lalu dilengkapi dengan tray. Tapi geraknya tetap berbasis roda, bukan berjalan"

Platform cloud robot yang ditunjukkan itu dikontrol lewat iPad. Pengguna cukup memiringkan iPad ke kanan, kiri, depan dan belakang untuk membuat robot bergerak ke arah tersebut. Selain itu, robot pun juga bisa membuat gerakan memutar.

Jully mengatakan, platform robot ini dikembangkan dengan beragam sistem operasi. "Yang kita tunjukkan adalah platform robot yang diprogram mengerti bahasa Mac. Kita juga kembangkan yang berbasis Android dan Microsoft," ucap Jully.

Platform robot yang dikembangkan di lab Singapura ini adalah salah satu bentuk hasil Research & Development Rumah Robot. Menurut Jully, untuk mengembangkan platform robot ini, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 60 juta.

Jully berharap, adanya platform robot ini bisa memacu generasi muda, terutama yang tertarik pada robotika, untuk lanjut berkarya. "Kalau mereka dengar ini, mereka bisa terpacu untuk berkembang. Ini bisa jadi spirit," tutur Jully.


KOMPAS
READ MORE - Teknologi Cloud Kendalikan Robot Lewat iPad

Friday, July 1, 2011

Puluhan Tim Ikuti Kontes Robot

Ilustrasi/Anak Membuat Robot (ANTARA/Arief Priyono)

Semarang (ANTARA News) - Puluhan tim dari berbagai sekolah di Jawa Tengah, Rabu, mengikuti kontes robot bertajuk "Robot Race" yang digelar di Mal Ciputra Semarang.

Sebanyak 34 tim dari TK hingga SMA mengikuti lomba dalam berbagai kategori, yakni TK kategori "Building Instruction Aeroplane", kelas 2-3 SD kategori "Land Yacht", kelas 4-6 SD kategori "Racing Car", serta SMP dan SMA kategori "Move The Egg" hingga "Grab The Ball".

Kategori dasar hingga senior yang diikuti siswa SMP dan SMA memperlombakan robot yang mampu bergerak mengikuti garis lurus hingga zig-zag, memindah telur, dan menangkap bola. Sedangkan TK dan SD memperlombakan merakit robot sederhana dari lego.

Humas Panitia Penyelenggara "Robot Race", Septi, menyebutkan para peserta berasal dari beberapa sekolah tidak hanya wilayah Semarang tapi hingga Jepara dan Kudus, di antaranya SMA Krisna Mitra, SMA Dominicus Savio, dan SMA Karang Turi.

Ia mengemukakan kegitan yang biasa diadakan oleh Robo Kidz, Computer and Robotic Learning Center tiap tahun ini memang sengaja dilaksanakan untuk mengisi waktu liburan dan diselenggarakan setiap Juni atau Juli.

"Peminat kontes robot ini lumayan baik, terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftarkan diri menjadi peserta, mungkin karena kontes robot jarang dilaksanakan di Semarang," katanya.

Ia mengemukakan, robot selama ini memang belum banyak dikenal masyarakat Indonesia khususnya Semarang.

"Perkembangan robot di Semarang memang agak tertinggal dibandingkan dengan kota lain seperti Surabaya, namun jika dibandingkan dengan Kota Solo bisa dikatakan setara," katanya.

Ia mengatakan bahwa faktor biaya menjadi kendala para peminat dunia robot untuk lebih menekuninya.

"Untuk bisa membuat robot sederhana, kira-kira dibutuhkan biaya sekitar Rp2,5 juta, dan robot "NXT" yang punya keahlian tertentu dan bisa dijalankan bisa mencapai Rp6 juta," katanya.

Untuk pembelajaran, tambahnya, bisanya digunakan lego untuk meminimalisir biaya dan pengaplikasian awal.

Pihaknya mengaku mulai memasukkan kegiatan merakit robot ini ke sekolah-sekolah dalam kegiatan ekstrakulikuler dan rutin menyelenggarakan acara ini sebagai upaya untuk lebih mengembangkan dunia robot di kalangan masyarakat khususnya pelajar.

Salah satu orang tua peserta dari Semarang, Fatimah, mengaku sangat senang dengan kegiatan kontes robot ini karena dapat membantu kreativitas serta mengasah kemampuan anak.

"Selain itu kegiatan seperti ini dilakukan saat libur sekolah sehingga anak-anak bisa memanfaatkan kegiatan liburan dengan kegiatan positif tidak hanya dihabiskan di rumah," katanya.

Ia mengatakan anaknya yang duduk di kelas 2 SD Nasima baru kali ini mengikuti kontes dan memang sudah mempunyai hobi dengan dunia robot.

Ia berharap kegiatan seperti ini lebih sering dilangsungkan untuk memajukan dunia IT di Semarang dan tidak perlu belajar jauh untuk bisa merakit robot.


ANTARAnews
READ MORE - Puluhan Tim Ikuti Kontes Robot

Monday, June 27, 2011

Era Robotik Indonesia di Depan Mata

Infrastruktur tak boleh menjadi batu sandungan bagi perkembangan dunia robotik Indonesia.

Infrastruktur memang salah satu kelemahan. Tetapi itu tidak boleh menjadi batu sandungan besar bagi perkembangan dunia robotik Indonesia. (gadgetlite.com)

VIVAnews
- Anda pernah menonton film Surrogates yang dibintangi oleh aktor kawakan Bruce Willis? Film yang bercerita tentang robot-robot pengganti manusia ini nampaknya akan segera menjadi kenyataan.

Bagaimana tidak, kehidupan manusia saat ini dihadapkan dengan perkembangan teknologi canggih yang tidak dapat dihindari. Anda mungkin bisa melihat realita yang berkembang saat ini banyak robot-robot menyerupai manusia atau disebut dengan humanoid telah dikembangkan.

Ada yang bisa menari, ada yang bisa bermain biola. Di Jepang saja sudah ada humanoid yang menyerupai perempuan cantik dan sempurna untuk diperjualbelikan. Tidak hanya itu, robot-robot pun digunakan di pabrik-pabrik, medan pertempuran, dan juga di meja operasi.

Mungkin dulu harus menjadi programer handal untuk dapat mengendalikan sebuah robot. Tapi dengan sistem cloud computing yang akan dikembangkan oleh Microsoft, Institute of Technology Purwadhika Nusantara, dan World Robotic Explorer nampaknya semua orang dapat memiliki robot pintar dan dapat mengendalikannya.

Seperti diketahui, cloud computing adalah database yang dapat diakses dengan menggunakan internet. Semua data akan tersimpan di server, semua orang dapat mengakses data tersebut melalui teknologi yang dimilikinya seperti smartphone, netbook atau notebook. Karena itu, data yang ada tidak terbatas dibandingkan data yang ada pada sebuah gadget.

Dulu jamannya komputer-komputer besar berukuran seperti lemari. Orang harus terhubung dengan terminal atau server untuk mengakses data. Lalu, berkembang komputer individu atau notebook untuk dapat menyimpan data pribadi.

Sesuai perkembangan, para ahli pun menganggap hal tersebut tidak cukup. Setelah berkembangya teknologi internet, berkembang pula teknologi cloud computing yang tidak terbatas.

Dengan teknologi ini, ketiga badan yang bergerak dibidang pengembangan IT di atas mencoba mengembangkan robot-robot pintar dengan tingkat intelegensia yang tinggi.

Dengan sistem ini, tidak perlu jadi seorang programer, semua orang bahkan yang tidak memiliki keahlian dibidang IT sekali pun dapat mengendalikan robot dengan menggunakan gadget yang sering digunakannya melalui jaringan internet dan tanpa sistem komputerisasi canggih karena otak robot semua tersimpan di dalam 'awan' atau internet.

"Robot pun dapat berkomunikasi dengan robot di belahan dunia lain, serta dapat berkomunikasi dengan manusia tanpa mengenal jarak," ujar Purwo Hartono, pendiri Institute of Technology Purwadhika Nusantara, saat ditemui wartawan di WRE, Thamrin City, 27 Juni 2011.

Jadi, orang dapat mengendalikan robot-robot mereka dari jarak jauh sekalipun dengan hanya mengandalkan internet.

Namun, apakah mungkin pengembangan robotik di Indonesia akan berjalan
mulus mengingat infrastruktur di negara ini masih kacau balau?

Menurut Risman Adnan, Development & Platform Director Microsoft Indonesia, infrastruktur memang salah satu kelemahan tetapi ia tidak ingin hal tersebut menjadi batu sandungan besar bagi berkembangnya dunia robotik Indonesia. "Halangan terbesar itu sebenarnya terletak pada bandwidth karena di Indonesia masih mahal," kata Risman.

Namun demikian, hal ini tentu tidak menyurutkan langkah ketiga lembaga tersebut. Bahkan menurut Jully Tjindrawan, pendiri World Robotic Explorer, mereka telah mengembangkan robot yang dapat dikendalikan melalui OS apple seperti iPad, iPhone, ataupun Mac. "Kita sudah mengembangkan pengendalian dari iPad dan iPhone, saat ini sedang dikembangkan pengendalian robot dari OS android dan microsoft," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, World Robotic Explorer pun memperlihatkan kecanggihan robot yang dikendalikan dengan iPad. Dan memang, terlihat sangat canggih dan mudah.

Jadi, bersiaplah untuk memasuki era robotik. (eh)


VIVAnews
READ MORE - Era Robotik Indonesia di Depan Mata

Friday, June 24, 2011

Robot Berkamera untuk Area Berbahaya

robot karya mahasiswa UMY

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Muhamad Yusvin Mustar, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil membuat robot berbentuk tank yang menggunakan kamera Closed Circuit Television (CCTV) wireless dan menggunakan microcontroller.

Yusvin Mustar menuturkan, melalui robot yang dibuatnya, pemantauan secara langsung di tempat yang diduga berbahaya dapat dilakukan dengan aman. "Misalnya bangunan tersebut nyaris roboh, maka robot itu dapat dikendalikan secara jarak jauh sehingga orang tetap bisa memantau keadaan apakah bangunan di dalamnya cukup aman untuk dimasuki atau tidak," kata Yusvin di Kampus Terpadu UMY, Kamis (23/6/2011) kemarin.

"Selain itu, robot juga berfungsi untuk mengetahui apakah di dalam ruangan tersebut terdapat benda berbahaya, misalnya bom. Sehingga ketika memang berbahaya, maka risiko kecelakaan dapat dikurangi," sambungnya. "Orang cukup mengetahui apa yang ada dalam ruangan melalui pantauan robot berkamera yang gambarnya dapat dilihat di layar komputer," tambahnya.

Dalam penuturannya, robot tersebut dapat bergerak ke depan, mundur ke kanan maupun ke kiri. "Kamera yang digunakan pun juga bisa bergerak ke kanan, kiri, atas, bawah. Orang bisa menggerakkan menggunakan remote," tambahnya.

Robot ini dapat bekerja optimal pada kondisi jarak 1-11 meter. "Sedangkan ketika hanya untuk menjalankan robot tanpa menggunakan sistem penggerak kamera dan sensor tabrak, robot dapat bekerja maksimal pada kondisi jarak 1-27 meter," tuturnya.

Yusvin menambahkan, robot ini dapat beroperasi di dua tempat baik di dalam maupun luar ruangan. "Selain itu robot dilengkapi dengan sensor tabrak berupa switch yang berada pada bagian depan, belakang, sisi kiri dan kanan robot. Nantinya ketika sensor robot menabrak rintangan di depan atau samping, maka sensor dalam remote control akan menyala sehingga kita dapat mengetahui kondisi robot pada saat mendapat rintangan," katanya.


KOMPAS
READ MORE - Robot Berkamera untuk Area Berbahaya

Thursday, June 16, 2011

UI Juara Kontes Robot Seni Indonesia

DEPOK--MICOM: Mahasiswa UI berhasil meraih Juara 1 kategori Robot Seni Indonesia dengan desain bertema "Robot Penari Klono Topeng" dalam Kompetisi Robot Tingkat Nasional.

"UI berhasil menyisihkan 101 tim dari 51 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) yang mengikuti kontes tersebut," kata Kepala Kantor Komunikasi UI, Vishnu Juwono, di Depok, Kamis (16/6).

Kontes robot yang diadakan 11-12 Juni 2011 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta tersebut kata Vishnu juga memperebutkan untuk kategori Kontes Robot Indonesia (KRI), dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yang terbagi atas Robot KRCI Beroda, Robot Berkaki, dan Robot Battle.

Sementara itu, untuk kendaraan hemat energi mahasiswa UI juga akan mengikuti kompetisi internasional Shell Eco-marathon Asia (SEM Asia) 2011, dengan mengirimkan tim Nakoela dan Sadewa yang terdiri dari para mahasiswa Fakultas Teknik UI untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi prestisius yang akan berlangsung pada 6-9 Juli 2011 di Sepang International Circuit Malaysia.

Dalam kompetisi SEM Asia 2011 tersebut, Tim Nakoela merancang sebuah mobil bernama Garuda Keshava. Garuda Keshava merupakan mobil hemat energi jenis prototype. Dengan bodi yang ramping dan lekukan yang unik, mobil ini diprediksikan mampu menggondol best design SEM Asia 2011 serta ditargetkan 1000 km dalam 1 liter bensin.

Sedangkan Tim Sadewa merancang urban vehicle yang diberi nama Kalabia. Kalibia merupakan mobil urban yang dapat mencapai target 500 km dalam satu liter bensin. Kalabia adalah mobil ramah lingkungan yang berbentuk menyerupai ikan hiu dengan desain yang aerodinamis dan stabil. (Ant/OL-9)


MediaIndonesia
READ MORE - UI Juara Kontes Robot Seni Indonesia

Saturday, June 11, 2011

Berharap Industri Bisa Pakai Robot Buatan Mahasiswa

YOGYAKARTA--MICOM: Ratusan mahasiswa dari 51 perguruan tinggi menunjukkan keahlian mereka dalam dunia robotika di Gedung Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Mereka tengah bertanding dalam kontes robot nasional 2011 dalam beberapa kategori, yaitu Kontes Robot Indonesia, Kontes Robot Cerdas Indonesia, dan Kontes Robot Seni Indonesia.

Dunia robotika memang tengah diminati oleh para pelajar di negeri ini. Tak hanya berprestasi di dalam negeri, mahasiswa asal Indonesia pun berhasil memenangkan kontes robot berskala Internasional, misalnya kompetisi robot Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat, April lalu.

Menyikapi semaraknya dunia robotika di kalangan mahasiswa, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiknas Prof Dr Ir Joko Santoso MSc, berharap robot yang dibuat oleh mahasiswa tidak hanya berhenti ketika mereka mengikuti kontes. Namun, robot-robot karya mahasiswa tersebut hendaknya bisa dimanfaatkan oleh dunia ekonomi dan industri.

"Robot-robot yang dihasilkan para mahasiswa ini diharapkan tidak hanya sebagai karya kejuaraan saja, tetapi juga akan bermanfaat di dunia industri dan ekonomi," terang Joko Santoso ketika membuka Kontes Robot Nasional (KRN) 2011 di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Sabtu (11/6).

Untuk itu, perlu adanya dukungan dunia industri dalam pengembangan robot-robot yang telah dibuat. Harapannya, dunia robotika di Indonesia akan semakin maju pada masa depan.

Rektor UGM Prof Ir.Sudjarwadi MEng PhD, KRN 2011 diharapkan bisa dijadikan sebagai sarana mengembangkan dan memajukan dunia robotika di Indonesia. Selain itu, ajang KRN 2011 juga bisa melatih sikap para mahasiswa untuk siap menghadapi kompetisi secara profesional dan menguatkan silaturahmi antarmahasiswa seluruh Indonesia.

Acara bertema Jogja Robot Under Attack ini menampilkan 101 tim dari 51 perguruan tinggi yang mewakili para juara robot dari seluruh daerah di Indonesia. Mereka adalah tim-tim yang berhasil lolos dari babak penyisihan yang diselenggarakan di lima region Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Kalimantan dan Indonesia Timur.

Pemenang beberapa kategori, yaitu kategori KRI dan KRCI Battle, dalam KRN 2011 akan mewakili Indonesia dalam kontes robot internasional. Untuk pemenang KRI, mereka akan mengikuti kontes robot internasional ABU Robocon 2011 di Thailand, sedangkan pemenang KRCI Battle, juara pertamanya akan mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi RoboCup 2012 di Mexico.

Dalam KRN 2011 ini juga dipamerkan robot yang memenangkan kompetisi robot Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di Hartford, di Connecticut, Amerika Serikat. Salah satunya adalah robot pemadam api, Zarqun, buatan mahasiswa ITB.

Menurut Muhammad Taufik, mahasiswa Teknik Elektro ITB yang menjaga stan robot Zarqun, robot ini bisa digunakan untuk memadamkan api secara otomatis. "Robot ini masih terus dikembangkan agar bisa digunakan di untuk memadamkan kebakaran," terangnya. (AT/OL-9)



MediaIndonesia
READ MORE - Berharap Industri Bisa Pakai Robot Buatan Mahasiswa

Mulai Besok, Kontes Robot Nasional 2011 Digelar di Universitas Gadjah Mada

TEMPO/Budi Purwanto

TEMPO Interaktif
, Yogyakarta - Ajang robotika paling bergengsi di Indonesia, Kontes Robot Nasional Indonesia 2011, akan digelar di Gedung Grha Sabha Permana Universitas Gadjah Mada pada 11-12 Juni. Kompetisi itu diikuti oleh 51 Perguruan Tinggi se-Indonesia dengan total 101 tim. Pemenang lomba tingkat nasional ini akan berlaga pada kontes robot internasional di Thailand dan Meksiko.

Ketua panitia Kontes Robot Nasional 2011, Arif Wibisono, menyatakan kontes ini akan mempertandingkan tiga kategori, yakni Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI). Para peserta yang mengikuti ajang ini adalah pemenang pertama hingga pemenang ketiga dalam ajang kontes robot regional.


“Pemenang KRI akan maju ke kejuaraan internasional ABU Robocon 2011 di Bangkok, Thailand, pada 9 September mendatang, sedangkan juara KRCI Battle akan mewakili Indonesia ke kompetisi Robocup 2012 di Meksiko,” kata Arif, Jumat, 10 Juni 2011.

KRN adalah kompetisi yang mempertemukan para pemenang kontes robot di tingkat regional yang diselenggarakan di masing-masing regional, yaitu regional I Poltek Negeri Batam, regional II ITT Bandung, regional II Universitas Negeri Yogyakarta, Regional IV PENS Surabaya, dan regional V Untad Palu. UGM bekerja sama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Ditjen Pendidikan Tinggi menjadi penyelenggara acara ini.

Dari 101 tim yang menjadi peserta kontes, 24 tim akan berlaga dalam kategori KRI diikuti 24 tim, KRCI diikuti 78 tim (divisi beroda 24 tim, berkaki 20 tim, battle 17 tim), dan 16 tim lain mengikuti KRSI.

Tema KRI 2011 adalah Larungan, yang mengadaptasi tema Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) Robocon 2011. Tema itu berasal dari Loy Kranthong, tradisi masyarakat Thailand yang melarung bunga teratai untuk Dewi Sungai yang diselenggarakan setiap bulan November.

Pada kompetisi di Indonesia ini, para robot beradu kecepatan merangkai kranthong (karangan bunga) sebanyak mungkin pada candle light base kemudian melarungnya pada perrmukaan sungai. “Pemenangnya harus meletakkan api ilin pada kranthong yang bergoyang dengan cepat dan tanpa kesalahan,” kata Arif.

KRCI 2011 dibagi ke dalam beberapa kategori lagi, yaitu Robot Cerdas Pemadam Api (KRCI Beroda dan Berkaki 2011) dan Robot Cerdas Pemain Bola (KRCI Battle 2011), sedangkan KRSI 2011 mengangkat tema Robot Tari Klono Topeng.


Pada KRCI divisi Beroda dan Berkaki, robot beradu kecepatan menemukan dan memadamkan api. “Karena robot cerdas, maka kecepatan menemukan titik api yang akan menentukan kemenangan tim,” kata Hariyanto, Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, panitia acara ini. Pada divisi KRCI Battle, dua robot saling bertanding memasukkan bola sebanyak mungkin ke gawang lawan. Juara pertama divisi KRCI Battle 2011 secara otomatis menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi RoboCup 2012 di Meksiko.

Ketua tim manajemen robot UGM, Frandy Hutomo Ardy, mengatakan UGM mengirimkan lima tim yang akan bertanding dalam semua kategori. Robot yang akan berlaga adalah Garuda (KRI), War Fire (KRCI beroda), Yacaranda 04 (KRCI berkaki), Gama Shoot (KRCI battle), dan Gamaro (KRSI).

Kontes Robot Nasional akan dibuka oleh Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh pada Sabtu pagi. Pembukaan robot nasional akan mengusung tema keistimewaan DIY yang akan menampilkan prajurit Kraton Yogyakarta. Dengan bergodo ungel-ungelan, prajurit Kraton akan mengiringi defile tim robot.


Selain pentas robot, ada pula pameran dan lomba dengan tema “Jogja Under Attack”. Pameran yang digelar di lantai dasar GSP ini mengambil konsep inovasi di bidang robotika berupa pertunjukkan robot, robot toys and hobby, robot artwork, stand teknologi dan edukasi, pagelaran band musik, permainan interaktif, dan festival kostum robot.[BERNARDA RURIT]


TEMPO Interaktif
READ MORE - Mulai Besok, Kontes Robot Nasional 2011 Digelar di Universitas Gadjah Mada

101 Tim Ikuti Kontes Robot Nasional 2011

KRCI (bgs/detik)

Yogyakarta - Sebanyak 101 tim dari 51 perguruan tinggi di Indonesia akan berlaga dalam Kontes Robot Nasional 2011. Kontes Robot Nasional 2011 akan digelar di Auditorium Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai tanggal 11-12 Juni.

Kontes ini merupakan pertandingan antar pemenang Kontes Robot Regional yang diselenggarakan di masing-masing wilayah. Regional I di Poltek Negeri Batam, Regional di ITB Bandung, Jabar, Regional III di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Regional IV di PENS Surabaya dan Regional V di Universitas Tadulako (Untad) Palu.

"Tahun ini UGM dipercaya kembali untuk menjadi tuan rumah Kontes Robot Nasional 2011. Saat ini semua peserta sudah datang dan melakukan persiapan," kata Ketua Panitia Dr M. Arif Wibisono kepada wartawan di GSP, UGM di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (10/6/2011).

Menurut Arif Kontes ini akan mempertandingkan tiga kategori yakni Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI). Tema KRI tahun ini adalah "Larungan" yang mengadaptasi tema ABU (Asia-Pasific Broadcasting Union) Robocon 2011 yaitu "Loy Krathong".

"Loy Kratong itu berarti melarung bunga teratai untuk dewi sungai yang biasa diselenggarakan tiap bulan November di Thailand," kata Arif.

Dia mengatakan tiap tim dalam kategori ini terdiri dari dua robot otomatis yang dapat bergerak sendiri dan satu robot manual yang dikendalikan satu operator. Sistem pertandingan dengan sistem gugur. Setiap sesi akan beradu dua tim dari sudut biru dan merah.

Dalam kontes ini lanjut Arif, peserta akan beradu cepat untuk merangkai sebanyak mungkin krathong pada candle base, kemudian melarungnyapada river surface. Salah satu robot otomatis akan meletakkan candle light flame (api lilin) pada krathong yang bergoyang di atas river surfeca. Jika berhasil meraka akan jadi pemenang yang disebut Loy Krathong.

"Juara kategori ini berhask mewakili Indonesia dalam kontes robot tingkat internasional ABU Robocon 2011 di Bangkok, Thailand pada 9 September 2011 nanti," katanya.

Kontes berikutnya adalah KRCI yang terdiri KRCI beroda dan berkaki. Tema kategori ini adalah "Robot Cerdas Pemadam Api" dan divisi battle dengan tema "Robot Cerdas Pemain Bola". Robot Divisi KRCI Beroda dan Berkaki dengan misi memadamkan api di sebuah rumah. Sedangkan pada divisi KRCI Battle 2011 dua robot akan menendang bola ke gawang lawan sebanyak mungkin. "Robot ini menyerupai manusia atau robot humanoid akan berusaha menendang 5 bola yang disediakan panitia," katanya.

Untuk kategori khas Indonesia KRSI yang tidak ada di kejuaraan internasional, tahun ini mengangkat Robot Tari Klana Topeng. Sedangkan pada tahun sebelumnya adalah tari Pendhet Bali. "Kategori ini kita selaraskan dengan adat Jawa khas gaya Yogyakarta. Peserta yang ikut sebanyak 16 robot," pungkas Arif didampingi Direktur Kemahasiswaan UGM, Drs Hariyanto, MSi.( bgs / fw )


detikInet
READ MORE - 101 Tim Ikuti Kontes Robot Nasional 2011

Blog Archive