Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Showing posts with label Farmasi. Show all posts
Showing posts with label Farmasi. Show all posts

Saturday, July 9, 2011

Mahasiswa UGM Temukan Obat Diabetes

Muhammad Rijki, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM. (UGM)

TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Muhammad Rijki, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, menemukan obat yang bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit diabetes mellitus tipe 2.

"Labu parang mengandung senyawa saponin dan flavanoid, yang keduanya berkhasiat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki sel beta pankreas untuk menghasilkan insulin kembali," kata mahasiswa semester 8 ini dalam rilis UGM yang diterima Tempo, Jumat, 8 Juli 2011.

Penelitian labu parang yang dilakukan Rijki ini meraih penghargaan Alltech Young Scientist Award 2011 dari PT Alltech Biotechnology Indonesia.

Menurut Rijki, untuk mengobati penyakit diabetes pada manusia, diperlukan 400-800 gram labu parang yang telah diekstraksi untuk dikonsumsi tiap hari. "Labu parang bisa dikonsumsi dengan cara diblender," katanya.

Ide menggunakan labu parang sebagai bahan penelitian berawal saat Rijki sedang mengisi liburan kuliah di kampung halamannya, Desa Caringin, Sukabumi, Jawa Barat.

Ia menyaksikan banyaknya petani yang membudidayakan labu parang. Berbekal informasi dari internet, Rijki mencoba meneliti lebih lanjut di laboratorium. "Saya gunakan tikus sebagai percobaan," katanya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FKH UGM, Setyo Budhi, mengatakan penghargaan ini bisa menambah motivasi mahasiswa lainnnya. “Prestasi ini sebagai tolok ukur atas keberhasilan pembelajaran yang diterapkan selama ini,” ujarnya.

General Manager PT Alltech Biotechnology Indonesia, Isra Noor, mengatakan Rijki merupakan satu-satunya mahasiswa dari Kedokteran Hewan yang berhasil meraih penghargaan ini.


TEMPOInteraktif
READ MORE - Mahasiswa UGM Temukan Obat Diabetes

Wednesday, June 15, 2011

LIPI Temukan Ratusan Mikroba Jenis Baru

PUSAT Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan ratusan isolat mikroba jenis baru dari 13 daerah di Indonesia, seperti Jambi, Bogor, Purwodadi, Lombok, hingga Kupang. "Dari penelitian kami dan identifikasi awal terhadap 6.500 mikroba, 30 persen merupakan isolat mikroba yang kemungkinan merupakan jenis baru," kata Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Dr Puspita Lisdiyanti, pada "Desiminasi dan Workshop Hasil Kerja sama Penelitian LIPI dan Institusi Riset di Jepang" di Jakarta, Rabu (15/6).

Hasilnya telah dipublikasikan 10 jenis mikroba, di antaranya dari jenis actinomycetes, yang memiliki fungsi signifikan sebagai salah satu unsur bahan antibiotik yang berguna bagi manusia, ujarnya. Mikroba jenis actinomycetes ini, menurut dia, berkontribusi sebanyak duapertiga bahan antibiotik di dunia, sedangkan sisanya sebanyak sepertiga bahan antibiotik berasal dari fungi (jamur), sintesis kimia, serta beberapa dari bakteri.

"Banyak kekayaan biodiversitas alam Indonesia yang belum terungkap, misalnya, mikroba. Hanya sebagian kecil saja mikroba kita yang sudah terdeteksi, seperti actinomycetes ini, padahal nilai ekonominya tinggi," paparnya.

Isolasi mikroba yang telah dilakukan pihaknya kemudian menjadi pijakan bagi kolaborasi penelitian berikutnya dengan Pusat Penelitian Kimia LIPI untuk mencari enzim atau bahan aktif yang bisa bermanfaat mengatasi penyakit. "Misalnya, enzim helikase untuk menghambat pertumbuhan virus hepatitis dan enzim manakase yang berguna untuk mendegradasi biomassa seperti sampah," tuturnya.

Kolaborasi riset dari 100 isolatnya dengan lab kimia LIPI juga menemukan bahan aktif mikroba yang arahnya sebagai obat osteoporosis, tambahnya. (Ant/OL-11)


MediaIndonesia
READ MORE - LIPI Temukan Ratusan Mikroba Jenis Baru

Blog Archive