Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Monday, June 13, 2011

Surga Kecil Menulis Itu Jejakubikel.com

KOMPAS.com - Berawal dari keinginan para pendirinya untuk menantang diri-sendiri agar mau menulis setiap hari, Jejakubikel.com kini justru berhasil menantang 300 orang penulis lainnya untuk menulis setiap hari dengan tema yang berbeda. Kini, total jumlah tulisan yang telah di-posting telah mencapai lebih dari 2000 tulisan berbentuk puisi, cerpen, maupun flash fiction yang cuma terdiri 111 kata. Sebuah buku kompilasi karya 50 penulis berjudul "Aku dan Hujan" juga telah dilahirkan dari komunitas ini.

Jejakubikel.com didirikan tanggal 10 September 2010 oleh Rendra Jakadilaga (@therendra), Daniel Prastyo (@daprast), dan Pramoe Aga (@pramoeaga). Web ini mulai dibuka untuk umum tanggal 1 November 2010 setelah ketiga pendirinya kesulitan meneruskan aktivitas menulis karena bencana erupsi Merapi. Kebetulan Daniel berdomisili di Yogyakarta. Sejak 1 November 2010 itulah ketiganya mengirimkan undangan menulis via jejaring sosial Twitter.

Pertama kali dibuka untuk umum, Jejakubikel.com meluncurkan November Menulis. Hari pertama baru ada 8 naskah yang masuk, tiga dari Rendra, Daniel, dan Mumu, lima dari anggota baru. Posting atau penayangan naskah masih dilakukan oleh moderator yang dibantu oleh beberapa administrator; caranya hanya dengan mengirimkan naskah ke jejakubikel@gmail.com dengan mencantumkan nama dan akun Twitter (jika ada) dan temanya. Seiring waktu, hanya berbekal rekomendasi dari Twitter, setiap harinya penulis di Jejakubikel.com bertambah.

Setiap bulannya Jejakubikel.com memiliki nama tersendiri untuk gelaran tulis-menulisnya. Awal didirikan, Jejakubikel.com mengangkat November Menulis dengan memberikan tantangan kepada penulis untuk menulis sesuai tema yang dilempar admin. Ada 5 tema besar dalam satu bulan itu yang dibagi ke dalam tema-tema harian. Delapan hari pertama, misalnya, ada delapan tema yakni kehamilan, kelahiran, bocah, remaja, dewasa, pernikahan, usia senja, dan kematian yang merupakan rangkaian tema Circle of Life.

Bulan-bulan selanjutnya gelaran terus berbeda seperti Desember Dongeng, Januari Emosi, Fabulous February, Mysterious March, Perceptive April, Locate-May, dan June Vs Juno. Dari setiap gelaran setiap harinya akan dilempar tema-tema yang berbeda dan para penulis harus bisa menulis sesuai tema yang dilempar admin.

Over Quota

Tanpa diduga oleh para pendirinya, saking banyaknya kunjungan, Jejakubikel.com pernah mengalami over quota sejak resmi menggunakan alamat domain sendiri www.jejakubikel.com Januari 2011. Sebelumnya, alamat yang digunakan di jejakubikel.wordpress.com.

"Dengan asumsi konten hanya melulu teks, bandwidth 5 GB dianggap mencukupi. Namun di hari ke-sebelas, terjadi over quota. Selidik punya selidik, kami mendapat lebih dari 1700 hits setiap harinya," ujar Daniel Prasatyo kepada Kompas.com lewat email.

Bulan Januari 2011 menurut Daniel, traffic rata-rata Jejakubikel mencapai 1835 hits per hari. Traffic ini menurun di bulan Februari-Mei 2011, karena tantangannya (tema-tema hariannya) cukup sulit. Bulan Juni 2011, di hari ke 12, rata-rata trafic sudah mencapai 900-an hits per hari.

Jumlah total tulisan yang masuk setiap bulannya bervariasi. Bulan November 2010 misalnya, jumlah tulisan mencapai 423 tulisan, bulan Desember 2010 mencapai 521 tulisan. Dan jumlah tulisan terbanyak adalah 1000 tulisan di Januari 2011.

"Jumlah tulisan bervariasi. Tiap bulan Jejakubikel mengadakan tantangan yang berbeda-beda dan ada masa -masa cukup sepi, karena tantangannya cukup sulit," tambah Daniel. Saat ini, Jejakubikel.com sudah mempekerjakan tiga admin yang terus memastikan bahwa semua karya tayang secepatnya.

Sedekat keluarga

Tak hanya di dunia maya, para penulis di Jejakubikel.com juga bertemu di dunia nyata alias kopi darat (kopdar). Setelah dua bulan berdiri, pada 9 Januari 2011, Jejakubikel.com mengadakan Gathering Nasional pertama di Kemang Food Festival, Jakarta.

"Di sana, kebanyakan baru bertemu untuk pertama kalinya (bahkan hari itu, Mumu dan Daniel pun baru pertama kali bertemu Rendra) jadi kegiatan yang dilakukan adalah perkenalan, kemudian sharing tentang kesulitan dalam menulis, dan juga menjaring aspirasi CubiNoters dan CubiLovers untuk kemajuan Jejakubikel.com," ungkap Daniel.

Tidak semua member Jejakubikel.com menulis. CubiNoters, yaitu mereka yang menulis di Jejakubikel, dan CubiLovers, yang menikmati dan mengapresiasi karya-karya CubiNoters. "Prosentasenya? CubiLovers jumlahnya bisa tiga sampai empat kali lipat dari CubiNoters. Sampai saat ini, hubungan antara semua anggota sangat baik, beberapa bahkan sedekat keluarga. Kesamaan hobi membuat kami menjadi lebih mudah untuk dekat satu sama lain," tambah Daniel.

Jadi, jika penulis Jejakubikel berjumlah 300 orang, jumlah pembacanya mencapai 900-an orang.

Gathering Nasional ini dinamakan #Cubigath. Pelaksanaan #Cubigath kedua dilakukan di Ayam Bulungan Blok M, sekaligus peluncuran buku "Aku dan Hujan" yang merupakan kompilasi karya 50 penulis, termasuk Erdian Aji (mantan vokalis band Drive).

"Ribuan karya yang luar biasa bermutu akan hilang begitu saja bila hanya dibiarkan di web. Secara bertahap, semua tulisan di Jejakubikel.com akan diseleksi untuk dibukukan, dengan tetap mempertahankan kualitas," ujar Daniel. Ia adalah editor yang cukup ketat menseleksi karya yang akan dibukukan karena tidak semua karya bisa masuk ke dalam kompilasi buku Jejakubikel.

Tanggal 7 Juli 2011 Jejakubikel akan meluncurkan buku kedua, melalui penerbit LiniKala, yaitu buku 111Kata. Peluncuran akan dilakukan di JCC, dalam rangkaian kegiatan Pekan Industri Kreatif. "Semestinya buku kedua adalah Circle of Life. Namun karena satu dan lain hal, Linikala Publishing, penerbit rekanan Jejakubikel.com menyarankan untuk menerbitkan kompilasi 111Kata terlebih dulu," jelas Daniel.

Meski mengalami perkembangan yang begitu pesat, Jejakubikel.com tetap mempertahankan agar tidak menjadi website yang profit oriented. "Sampai kapanpun Jejakubikel akan dipertahankan untuk tetap gratis, tak memasang tarif bagi CubiNoters maupun CubiLovers. Mengenai akankah Jejakubikel menerima iklan untuk menutupi biaya operasionalnya, masih menjadi pertimbangan," tutup Daniel.


KOMPAS


Blog Archive